KAMPOENG MEDIA

Mahasiswa Magister UB dalami Strategi Manajemen Media di SS

Laporan Agustina Suminar | Selasa, 19 Maret 2019 | 17:04 WIB
Para mahasiswa mendengar pemaparan dari Rudy Hartono Manager HRD Suara Surabaya di Kantor Suara Surabaya Media, Selasa (19/3/2019). Foto: Purnama suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Sebanyak 12 mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya Malang mengunjungi Kantor Suara Surabaya (SS) Media di Jalan Wonokitri Besar 40C, Surabaya, untuk mendalami strategi manajemen media.

Bagus Wimono Putra koordinator kunjungan dalam mata kuliah Manajemen Media dan Konvergensi mengatakan, Suara Surabaya menjadi media radio yang patut menjadi jujugan media yang berhasil bertahan di tengah perkembangan era digital.

"Yang patut diacungi jempol kan Suara Surabaya Media yang eksis dari dulu sampai sekarang, walaupun eranya sudah berubah. Kita ingin mempelajari strateginya seperti apa, lalu pola manajemennya seperti apa," kata Bagus kepada suarasurabaya.net, Selasa (19/3/2019).

Sebelumnya, para mahasiswa diterima langsung oleh Errol Jonathans Direktur Utama Suara Surabaya Media, yang memaparkan bagaimana perkembangan serta proses produksi informasi di SS. Dari sana, Bagus melihat, Suara Surabaya masih akan menerapkan strategi-strategi khusus lainnya untuk beberapa tahun ke depan agar selalu bisa berkembang.


Ia juga menilai, atmosfer kekeluargaan yang ada di SS Media menjadi poin utama dalam suatu perusahaan.

"Biasanya media hiruk pikuk, menurut saya SS sama seperti media lainnya. Tapi ini ada komunikasi interaktif sama staffnya yang lebih kekeluargaan, itu mungkin kunci internal agar semangat untuk survive," tambahnya.

Setelah ini, para mahasiswa ini masih melanjutkan kunjungan dengan mendengar pemaparan dari Rudy Hartono Manager HRD Suara Surabaya Media. Di sana, para mahasiswa berdiskusi tentang bagaimana manajemen media agar tetap eksis di era digital.(tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.