KAMPOENG MEDIA

Kampanyekan Generation Unlimited, Unicef Gandeng Suara Surabaya Jadi Mitra

Laporan Anggi Widya Permani | Sabtu, 23 Maret 2019 | 20:12 WIB
Debora Comini, perwakilan Unicef untuk Indonesia saat berkunjung di Suara Surabaya, Sabtu (23/3/2019). Foto: Purnama suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - United Nations International Children's Emergency Fund (Unicef) menjadikan Kota Surabaya sebagai sasarannya untuk mengembangkan kampanye Generation Unlimited atau generasi tanpa batas. Ini merupakan program kampanye kerjasama global yang dilakukan untuk memperluas investasi dan kesempatan bagi anak-anak hingga remaja usia 20 tahunan.

Arie Rukmantara Kepala Perwakilan Unicef wilayah Jawa mengungkapkan alasannya memilih Surabaya. Menurutnya, Surabaya adalah kota layak anak yang seringkali memperoleh penghargaan internasional. Terlebih, Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya diklaim sebagai sahabat Unicef dan dikenal sangat komitmen terhadap anak-anak.

"Jadi, kami mempelajari kebijakan beliau sangat berpihak pada anak-anak, baik dari anggaran, dari pembangunan kota, dan banyak teman tempat bermain buat anak-anak. Termasuk tempat-tempat aspirasi dan sampai mempromosikannya ke Wali Kota lain. Bu Risma menjadi mentor dan tutor bagi Wali Kota lain bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia," kata Arie, saat berkunjung di Radio Suara Surabaya, Sabtu (23/3/2019).

Untuk mengembangkan kampanye itu, kata dia, Unicef ingin menggandeng Suara Surabaya. Baginya, Suara Surabaya adalah mitra yang tepat. Bukan hanya turut melatih anak muda, tapi Suara Surabaya juga mampu mengembangkan potensi dan memberdayakan anak-anak muda di Surabaya.

Seperti diketahui, Suara Surabaya memiliki program Suara Surabaya Muda yang diikuti para pelajar SMA sederajat di Surabaya. Adapun kegiatannya, Suara Surabaya memberikan bekal ilmu jurnalistik yang bukan hanya sekedar materi tapi juga praktik di lapangan.


Debora Comini Perwakilan Unicef untuk Indonesia saat berdiskusi bersama Suara Surabaya Muda. Foto: Purnama suarasurabaya.net

Program yang berjalan sejak 2018 ini, sudah melibatkan 10 sekolah SMA dengan puluhan pelajar. Mereka sering dilibatkan dalam program Suara Surabaya Media, atau event lain, untuk mengaplikasikan materi jurnalistik yang didapatkan setelah kegiatan workshop.

"Salah satu yang paling potensial dan paling terlintas di benak saya adalah kerja sama dengan Suara Surabaya (SS). Karena SS bukan hanya banyak melatih anak muda, dan menjadikannya pendengar. Tapi juga SS mengembangkan potensi anak-anak muda di Surabaya," kata dia.


Debora Comini Perwakilan Unicef untuk Indonesia berfoto bersama Suara Surabaya Muda. Foto: Totok suarasurabaya.net

Arie mengatakan, ada beberapa hal yang Unicef capai melalui generation unlimited ini. Pertama, memastikan kesehatan dasar para remaja melalui imunisasi dan makanan bergizi. Dalam hal ini, Unicef tidak hanya mencakup anak-anak atau balita saja. Tapi usia remaja juga menjadi perhatiannya.

Selanjutnya, memastikan pendidikan mereka bukan hanya sampai di usia wajib belajar. Tapi juga mewujudkan impian mereka untuk belajar di perguruan tinggi negeri. Ini mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Terutama Indonesia diprediksi akan masuk ke dalam 7 kelompok negara dengan ekonomi terkaya pada 2045 mendatang.

Terakhir, memastikan bahwa keberpihakan terhadap remaja putri harus terjadi. Artinya, tidak boleh lagi ada pernikahan atau perkawinan usia anak. Mereka berhak untuk berkarir dan memperoleh pendidikan yang tinggi. Dia menilai, 50 persen kekuatan Surabaya, Jatim, maupun Indonesia adalah remaja-remaja putri.

"Jadi nanti tahun 2045, remaja-remaja putri ini akan menjadi pemimpin. Mudah-mudahan jadi presiden, mudah-mudahan kepala atau ketua departemen, kepala parlemen, dan menteri-menteri yang sangat berpihak terhadap kesehatan anak-anak," kata dia.

"Ini yang ingin kita coba serat dan rumuskan bersama Suara Surabaya. Bagaimana caranya kita memastikan punya program yang tepat langkah, supaya tahun 2045 kita punya anak muda yang menjadi pemimpin yang hebat pada kalanya. Mereka nantinya akan memimpin negara ini. Oleh karena itu, Surabaya harus jadi yang terdepan dan Suara Surabaya adalah mitra kita yang tepat," jelasnya.


Tim United Nations International Children's Emergency Fund (Unicef) saat berkunjung ke Suara Surabaya, Sabtu (23/3/2019). Foto: Purnama suarasurabaya.net

Tahun ini, kata dia, Unicef akan mengangkat Surabaya dalam dua acara besar yang digelar di Jakarta dan Jerman. Dalam hal ini, Surabaya sebagai pembicara utama dan menjadi motivator utama untuk memastikan kota layak anak sudah bisa didefinisikan secara global.

"Kita ingin memastikan kesehatan dasar itu sudah sekarang meningkat cakupannya ke remaja. Jadi yang dulu imunisasi hanya untuk anak balita, sekarang imunisasi untuk remaja itu juga bisa disukseskan. Kami memastikan tidak ada kejadian luar biasa dalam penyakit wabah yang bisa terulang lagi di Surabaya," kata dia. (ang/iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.