KAMPOENG MEDIA

Diskominfo Sidoarjo Kunjungi SS Bahas Pengelolaan Aduan Publik

Laporan Agustina Suminar | Selasa, 22 Oktober 2019 | 15:27 WIB
(Dari kiri) Eddy Prastyo Manajer New Media, Sriyani Kasi Pengelola Informasi dan Opini Publik, Evi Rupitasari Kabid Pengelola Informasi dan Komunikasi Kabupaten Sidoarjo, Errol Jonathans Dirut Suara Surabaya Media dan Kusdianto Kasi Media dan Kemitraan Komunikasi Publik saat berfoto bersama di Kantor Suara Surabaya Media, Selasa (22/10/2019). Foto: Tina suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Perwakilan Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Sidoarjo berkunjung ke Kantor Radio Suara Surabaya, pada Selasa (22/10/2019) siang. Dalam kunjungan ini, Diskominfo Sidoarjo mengatakan bahwa pihaknya ingin berbagi pengalaman tentang tentang pengelolaan aduan publik yang selama ini dilakukan Suara Surabaya.

Evi Rupitasari Kabid Pengelola Informasi dan Komunikasi Kabupaten Sidoarjo mengatakan, selama ini masyarakat Sidoarjo secara intens melaporkan aduan ke Pemkab Sidoarjo melalui kanal milik Suara Surabaya Media, baik di radio maupun sosial media.

Untuk itu, pihaknya ingin bersinergi dengan Suara Surabaya, agar aduan-aduan masyarakat Sidoarjo dapat tertampung dan langsung terkoneksi dengan Pemkab Sidoarjo.

"Intinya kunjungan ini untuk mensinergikan. SS (Suara Surabaya) kan radio publik, sebagian besar masyarakat Sidoarjo kan pengaduannya ke sini," kata Evi di Kantor SS Media, di Jalan Wonokitri Besar No.40C, Surabaya.


Mereka disambut langsung oleh Errol Jonathans Direktur Utamat Suara Surabaya Media dan Eddy Prastyo Manajer New Media.


Pertemuan perwakilan Diskominfo Sidoarjo dengan Errol Jonathans Dirut Suara Surabaya Media dan Eddy Prastyo Manajer New Media. Foto: Tina suarasurabaya.net

Dalam pertemuan itu, Errol mengatakan, siapapun yang ingin berbenah, kuncinya adalah mau membuka diri. Dengan begitu, maka mereka akan mengetahui sisi-sisi mana yang diperbaiki beserta prioritasnya. Hal itu juga, yang menurutnya, bisa dilakukan oleh Pemkab Sidoarjo.

"Dulu pas awal-awal SS berdiri, Telkom meminta agar SS memfasilitasi kritik masyarakat. Memang, pertama pasti babak belur. Tapi karena dia mau membuka diri, akhirnya kita bisa tahu dan mengarahkannya ke positif. Mungkin (Diskominfo) Sidoarjo bisa melakukan hal yang sama," jelas Errol.

Apalagi, Pemkab Sidoarjo belum mempunyai sistem aduan yang terkoneksi seperti Command Center 112, maka pengelolaan aduan menjadi tantangan tersendiri yang harus ditaklukkan. Sehingga, melakukan kolaborasi dengan beberapa media menjadi perlu untuk menjaring kritik dan saran dari masyarakat.

Eddy menambahkan, Pemkab Sidoarjo dapat mengangkat solusi dari masalah yang menjadi prioritas yang banyak diperhatikan masyarakat.

"Yang 3 yang selalu jadi perhatian masyarakat Sidoarjo, yaitu sampah, jalan rusak, dan banjir. Bisa angkat hal-hal yang memang diperhatikan publik. Maka exposure akan besar karena ada interest dari audience," ujarnya.


(Dari kiri) Kusdianto Kasi Media dan Kemitraan Komunikasi Publik, Evi Rupitasari Kabid Pengelola Informasi dan Komunikasi Kabupaten Sidoarjo dan Sriyani Kasi Pengelola Informasi dan Opini Publik saat on air di Radio Suara Surabaya. Foto: Tina suarasurabaya.net

Evi mengatakan, usai pertemuan tersebut pihaknya berencana akan membangun sistem agar Diskominfo Sidoarjo dan Suara Surabaya dapat terkoneksi dengan baik. Dengan begitu, permasalahan-permasalahan yang dialami masyarakat Sidoarjo dapat segera diselesaikan.

"Kita akan bangun satu sistem yang bisa intens berkomunikasi. Jadi bila ada pengaduan, biar cepat terselesaikan," ujarnya.(tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA