KAMPOENG MEDIA

Usai Kunjungan ke SS, Siswa SMP St. Yosef Ingin Punya Radio Sekolah

Laporan Dwi Yuli Handayani | Kamis, 31 Oktober 2019 | 13:46 WIB
Puluhan siswa SMP St. Yosef Surabaya saat berfoto bersama Errol Jonathans CEO Suara Surabaya Media saat kunjungan ke Radio Suara Surabaya, Kamis (31/10/2019). Foto: Purnama Tim Grafis suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Kunjungan puluhan siswa SMP St. Yosef Surabaya ke Radio Suara Surabaya (SS), Kamis (31/10/2019) membuahkan ide untuk membuat radio sekolah.

Ari Istiari Guru Pembina Jurnalis SMP St. Yosef Surabaya mengatakan, kunjungan puluhan siswa kelas VII, VIII dan IX ini untuk menambah wawasan tentang dunia radio dan jurnalis.

Kunjungan puluhan siswa ini dterima langsung oleh Errol Jonathans CEO Suara Surabaya Media. Mereka juga berkesempatan untuk berdiskusi dengan Errol terkait dunia radio dan Radio SS.

"Jadi mereka ingin tahu mekanisme berita seperti apa. Lalu apa radio ini ada dapur redaksinya? Ternyata ada pas kita lihat di atas tadi," kata Ari pada suarasurabaya.net.


Selama ini, kata Ari, para siswa ini mungkin hanya mengenal radio yang banyak memutarkan musik atas request pendengarnya.

"Setelah saya minta untuk mencari tahu tentang SS dan apa yang ingin mereka tahu lebih banyak tentang SS. Ternyata setelah di sini ketemu Pak Errol dan dijelaskan soal SS, nyambung dengan yang anak-anak ingin tahu," ujar dia.


Siswa SMP St. Yosef saat berkesempatan mengudara di Radio SS bersama Isa Ansori penyiar Radio SS. Foto: Purnama Tim Grafis suarasurabaya.net

Usai tahu mekanisme jurnalistik radio seperti apa, lanjut Ari, para siswa ini punya ide untuk membuat radio sekolah.

"Walaupun kami sebenarnya sudah punya radio. Cuma butuh sentralnya aja, yang biasa dibuat pengumuman dan dakwah pagi di sekolah ini tinggal mengembangkan saja," katanya.

Dari kunjungan ini, kata Ari, para siswa tertarik dengan konsep citizen journalism yang diterapkan di Radio SS. Pasalnya semua warga baik di Surabaya maupun lainnya secara tidak langsung bisa berkontribusi untuk jadi penyiar.

"Kalau penyiar radio sebenarnya kan memang harus punya skill. Tapi kalau citizen journalism ini kita bisa bebas dan otomatis bisa jadi relawan untuk memberikan informasi pada khalayak," pungkasnya.

Sementara itu, Viola salah satu satu siswa SMP St. Yosef menyatakan jika Radio SS ini sangat informatif. "Kita jadi tahu berita terkini dari Radio SS. SS ini radio yang terupdate, biasanya kan radio terkesan old, tapi kalau Radio SS ini udah mau jaman now. Karena selain Radio, SS ini juga ada majalah, website, reportase dan lainnya," katanya.

Sedangkan Michelle mengaku lebih sering mendengarkan Radio SS saat berada dalam kendaraan. "Saya nggak begitu tahu tentang SS. Tapi begitu saya datang ke SS, saya merasa tertarik karena radio ini penuh dengan pengetahuan dan berita tentang situasi masa kini yang disiarkan langsung sehingga masyarakat tahu," pungkasnya. (dwi/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.