KAMPOENG MEDIA

CEO Suara Surabaya Media Dapat Lifetime Achievement dari KPID Jatim

Laporan Denza Perdana | Kamis, 31 Oktober 2019 | 13:36 WIB
Errol Jonathans CEO Suara Surabaya Media (batik merah) mendapat anugerah lifetime achievement. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Setelah vakum enam tahun, Anugerah Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jatim 2019 kembali digelar. Errol Jonathans CEO Suara Surabaya Media dapat anugerah lifetime achievement.

Anugerah Penyiaran KPID Jatim 2019 ini digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (30/10/2019) malam. KPID Jatim memberikan penghargaan terhadap sejumlah karya penyiaran terbaik.

Errol menerima penghargaan lifetime achievement (prestasi seumur hidup) bersama Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur yang mendapat penghargaan "Tokoh Peduli Penyiaran".

Afif Amrullah Ketua KPID Jatim mengaku bersyukur KPID bisa kembali menggelar Anugerah Penyiaran setelah enam tahun vakum. Kegiatan itu menjadi bagian dari tugas KPID di bidang penyiaran di Jawa Timur.


Sesuai amanat Undang-Undang 32/2002 tentang Penyiaran, KPID bertugas menumbuhkan iklim industri penyiaran yang sehat. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas penyelenggara penyiaran.

"Penyiaran yang sehat akan mewujudkan masyarakat yang demokratis, mandiri, adil dan sejahtera," ujarnya saat memberikan sambutan pembuka di Grahadi, Rabu malam.

Jumlah lembaga penyiaran di Jawa Timur sangat banyak. Afif menyebutkan, jumlahnya mencapai 392 lembaga meliputi 90 lembaga televisi dan 302 lembaga radio yang tersebar di berbagai daerah.


Anugerah Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jatim 2019. Foto: Denza suarasurabaya.net

Anugerah Penyiaran itu adalah bagian dari mekanisme KPID Jatim menjalankan tugas dan wewenangnya di bidang penyiaran, yakni punishment (sanksi) dan reward (penghargaan).

"Sanksi kami berikan kepada lembaga penyiaran pelanggar UU Penyiaran atau pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran (P3SPS), sedangkan penghargaan untuk lembaga penyiaran dan insan penyiaran berkualitas," ujarnya.

Penghargaan lifetime achievement adalah penghargaan tertinggi yang diberikan KPID kepada insan penyiaran berkualitas di Jawa Timur. Penghargaan itulah yang diberikan kepada CEO Suara Surabaya Media.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim mengatakan, ada hal penting yang perlu diwaspadai di era keterbukaan informasi sekarang. Terutama adalah era post truth (pasca-kebenaran).

"Anugerah Penyiaran KPID Jatim ini harus menjadi bagian penting untuk menjaga bagaimana kita melakukan recheck produk siaran sebelum di-publish," ujarnya.

Selain itu, kata Khofifah, di era post truth akan muncul banyak hoaks. Dia berharap penghargaan itu membuat semua pihak bergandengan tangan membangun penguatan objektivitas sebuah siaran.

"Anugerah seperti ini bisa menjadikan mereka (lembaga dan insan penyiaran di Jatim, red) ber-fastabiqul khairat (berlomba-lomba menuju kebaikan)," kata Khofifah.

Ada sebanyak 286 karya terdiri dari 117 karya televisi dan 169 karya radio yang mengikuti seleksi Anugerah Penyiaran KPID Jatim 2019. Setelah melewati penilaian tim juri, inilah sejumlah kategori penghargaan yang diberikan.

Pertama, untuk Program Religi Radio dan TV terbaik, karya berjudul Tasbih Khofifah dari RRI Surabaya dan Kiswah episode KH Agus Ali Mashuri TV9 menjadi yang terbaik. Kedua, program talk show terbaik dimenangkan Radio Mayangkara dan SBO TV.

Ketiga, program unggulan radio LPPL terbaik dimenangkan Program Rasa Warga Radio Suara Madiun. Keempat, program lokal TVSJJ terbaik dimenangkan Kompas TV. Lalu kategori kelima, program berita TV terbaik dimenangkan Metro Jatim.

Keenam, program inspirasi muda radio dan TV terbaik dimenangkan oleh Radio Pandowo FM dan Kompas TV Kediri. Ketujuh, program penyiar radio dan presenter TV talk show terbaik didapat Arif dari RRI Surabaya dan Reno Reksa dari Metro TV.

Kedelapan, program wisata budaya Jatim terbaik diberikan kepada radio Perkasa FM Tulungagung dan JTV.(den/dwi/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.