KAMPOENG MEDIA

Tim Karimata Berkunjung ke SS, Lima Hal Penting Membuat Radio Tetap Bertahan

Laporan Agustina Suminar | Jumat, 08 November 2019 | 17:37 WIB
Errol Jonathans (batik hijau) CEO Suara Surabaya Media saat kunjungan Radio Karimata Pamekasan di Kantor Suara Surabaya Media, Jumat (8/11/2019). Foto: Tina suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Tim Radio Karimata Pamekasan mengunjungi Radio Suara Surabaya, di kantor Suara Surabaya Media pada Jumat (8/11/2019) siang. Dalam kunjungan kali ini, kedelapan crew Radio Karimata ini disambut langsung oleh Errol Jonathans CEO Suara Surabaya Media.

Pertemuan ini berlangsung santai, dan keduanya baik Radio Karimata maupun Radio Suara Surabaya, saling sharing pengalaman tentang bagaimana mengembangkan radio, khususnya di tengah melesatnya informasi digital.

"Nah, menjadi penting untuk bagaimana kita, di era milenial ini, dapat menguatkan sosial media tanpa melemahkan radio," kata Hendra Amirullah Zulkarnain Manajer Redaksi dan On Air Radio Karimata.

Menurutnya, dengan derasnya informasi digital yang banyak bertebaran di media sosial dan platform lainnya, menjadi tantangan sendiri bagi radio. Apalagi, radio juga harus mempersiapkan perpindahan generasi, sehingga bisa diterima denga baik oleh pendengar milenial.



Tim Radio Karimata Pamekasan saat mempelajari proses pengolahan informasi di media sosial Suara Surabaya. Foto: Iping suarasurabaya.net

Menanggapi hal itu, Errol Jonathans CEO Suara Surabaya Media mengatakan, bahwa radio dan sosial media dapat saling berkonvergensi, untuk saling melengkapi satu dan yang lain. Sehingga, media digital yang selama ini dijadikan tantangan, menjadi satu keuntungan yang dapat dikembangkan secara mandiri oleh media radio.

"Sebenarnya keduanya ini saling melengkapi. Kita (Radio Suara Surabaya) menganggap medsos bagus untuk menyebarkan informasi. Tapi kurang untuk membangun emosi, nah kita bangun emosinya itu dari radio," ujarnya.

Ia juga menyebutkan, terdapat lima hal penting yang harus diperhatikan industri media radio agar tetap bisa bertahan di era digital.

Pertama, adalah coverage atau jangkauan. Menentukan jangkauan menjadi penting terutama bagi radio lokal, untuk mengetahui informasi apa saja yang dibutuhkan oleh para pendengarnya.

Kedua adalah music. Menurut Errol, dalam memilih musik haruslah yang sesuai dengan jenis program yang sedang disiarkan, selaras dengan range usia pendengar, serta berapa lama musik itu akan diputar.

"Di SS, meski musik cuma dua lagu dalam satu jam, tapi itu juga menentukan nasib kita. Musik yang seperti apa. Setengah jam ngomong ini itu, pusing juga kalau tidak ada musiknya, atau musiknya yang diputar tidak pas," tambah Errol.

Ketiga adalah penyiar. Hal ini dikarenakan, penyiar adalah representasi langsung dari citra sebuah radio dan seperti apa radio itu akan dipandang.

Keempat adalah program siaran. Serta yang terakhir adalah citra radio secara keseluruhan atau personality radio.

Errol juga mengatakan, sebuah radio harusnya tidak hanya merawat pendengar yang ada selama ini, tetapi juga harus menyusun strategi untuk menggaet pendengar-pendengar baru. Apalagi, jika para pendengar baru tersebut memiliki rentan usia yang jauh lebih muda.

"Jangan hanya merawat pendengar kita, tapi kita juga butuh pendengar baru. Kebanyakan kegagalan radio adalah meneruskan estafet pendengar sampai usia radio sama dengan usia pendengar, hingga satu titik pendengar muda tidak mendengar radio kita," ujarnya.

Kunjungan beberapa perwakilan Radio Karimata ke Radio Suara Surabaya dalam rangka upgrading pegawai baru, untuk lebih banyak belajar tentang radio. Kemudian, Radio Karimata memilih Radio Suara Surabaya untuk menjadi tujuan berbagai pengalaman. Apalagi Radio Suara Surabaya dan Radio Karimata memiliki program bersama yakni Jaring Radio, yang sudah berjalan lebih dari 15 tahun.

"Alhamdulillah mas Errol bisa hadir. Disitulah kami berdiskusi dan sharing tentang pertanyaan teknis, bagaimana announcing, news desk, gatekeeper. Mungkin suarasurabaya.net juga bisa jadi. Apa yang kita dapat di sini sebanyak-banyaknya kita bawa ke sana," kata Hendra.

Dengan adanya kunjungan ini, ia berharap relasi dengan Radio Suara Surabaya terus berlanjut untuk bersama-sama mengembangkan industri radio.

"Apakah nanti berkelanjutan, ada kelas khusus bersama dengan teman-teman SS, bisa jadi. Biasanya juga, mungkin, nanti SS yang mau keliling ke radio-radio jaring," ujarnya.(tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.