KAMPOENG MEDIA

Radio Edukasi Yogyakarta Lakukan Studi Banding dengan Kunjungi Radio SS

Laporan Agustina Suminar | Kamis, 14 November 2019 | 17:30 WIB
Puluhan karyawan dari Radio Edukasi Yogyakarta berfoto bersama dengan Errol Jonathan CEO Suara Surabaya Media saat kunjungan ke Kantor Suara Suara Media di Jalan Wonokitri Besar No.40C, Surabaya, Kamis (14/11/2019). Foto: Tina suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Puluhan karyawan dari Radio Edukasi Yogyakarta mengunjungi Kantor Suara Surabaya Media, Kamis (14/11/2019), untuk mempelajari jurnalisme warga Surabaya yang dikelola oleh Radio Suara Surabaya (SS). Kedatangan mereka disambut langsung oleh Errol Jonathans CEO Suara Surabaya Media.

Rima Ariska Peni Urusan Program Siaran Radio Edukasi Yogyakarta mengatakan, kunjungan kali ini dalam rangka studi banding dan belajar lebih jauh mengenai manajerial Radio SS.

"Kami dari Radio Edukasi Yogyakarta memang punya agenda studi banding, tujuannya memang ingin mengetahui bagaimana sih menajemen radio yang baik, merawat pendengar yang baik, dan bagaimana program-programnya, manajemennya bagaimana," ujar Rima.

Namun sebelumnya, peserta kunjungan diajak berkeliling ke divisi-divisi yang ada di SS, untuk melihat langsung proses siaran dan produksi berita. Salah satunya, mereka diajak masuk ke ruang Gatekeeper dan melihat langsung petugas gatekeeper menerima informasi dari pendengar baik lewat telepon maupun sosial media.


Mereka juga ikut menanyakan hal-hal teknis yang berbeda dengan yang ada di Radio Edukasi. Dikarenakan Radio SS berbasis jurnalisme, maka keakuratan berita yang dikirim pendengar harus lebih dulu diverfikasi oleh petugas gatekeeper. Setelah itu, baru informasi diteruskan ke penyiar bahkan pendengar diperbolehkan mengudara langsung.


Isa Anshori penyiar saat menjelaskan tentang proses kerja di ruangan Gatekeeper Radio Suara Surabaya kepada peserta kunjungan. Foto: Purnama suarasurabaya.net

Setelah itu, peserta kunjungan diajak menuju ruangan Divisi New Media, divisi yang menaungi website suarasurabaya.net, sosial media dan tim grafis dan video.

Di ruangan ini, peserta terlihat sangat menikmati penjelasan yang disampaikan oleh Iping Supingah SPV New Media. Mereka juga berbagi pengalaman tentang bagaimana Radio Edukasi merambah sosial media untuk menjangkau lebih banyak pendengar.

"Terus kita juga diajak ke ruangan New Media, jadi teman-teman ini bisa asyik sih, bisa langsung bertanya ke ahlinya, lah, gitu," kata Rima.


Peserta kunjungan saat mendatangi ruang New Media Radio Suara Surabaya. Foto: Purnama suarasurabaya.net

Setelah puas office tour, peserta kunjungan menuju ruang meeting untuk mendapatkan penjelasan dari Errol Jonathans tentang perkembangan Radio Suara Surabaya mulai dari bersusah payah mencari pendengar hingga saat ini, berkembang ke dunia digital.

Errol menjelaskan tentang betapa pentingnya partisipasi pendengar dalam mendapatkan beragam informasi.

"Kalau yang di dalam sini (kantor, red) itu paling cuma 8 orang. Tapi yang reporter gratis, itu ada ratusan ribu pendengar yang mau merelakan uangnya untuk beli pulsa dan telpon ke Radio SS," papar Errol.


Errol Jonathans CEO Suara Surabaya saat menjelaskan tentang citizen journalism. Foto: Tina suarasurabaya.net

Ia juga menjelaskan bagaimana merawat pendengar agar radio juga dapat terus berperan secara bisnis. Menurutnya, radio harus mampu menyajikan informasi yang dekat dan penting bagi mereka, sekaligus melibatkan antar pendengar menjadi satu relasi yang kuat.

"Sudah puluhan kasus pencurian mobil yang berhasil disiarkan SS, dan pelakunya berhasil ditangkap dengan keterlibatan para pendengar," papar Errol.


Para peserta kunjungan mendengarkan paparan dari Errol Jonathans tentang Radio Suara Surabaya. Foto: Tina suarasurabaya.net

Rima mengatakan, ia cukup senang dan terkesan dengan kunjungannya ke Radio Suara Surabaya. Menurutnya, ada banyak hal dari Radio SS yang bisa diterapkan oleh Radio Edukasi. Meskipun, segmen pendengar kedua radio ini sedikit berbeda.

"Seneng banget sih. Jadi tahu bagaimana sih SS ini, citizen journalism-nya bisa jalan, merawat pendengar, marketingnya baik gimana, radio yang baik bagaimana dan itu perlu banget kita contoh," imbuhnya.

Setelah rangkaian kunjungan ini, Radio Edukasi akan melanjutkan perjalanan ke Workhop Class "Infrastruktur Digital untuk Radio Masa Depan", yang diselenggarakan di Banyuwangi, mulai 15-17 November besok. Dalam acara tersebut, hadir juga Errol Jonthans CEO Suara Surabaya serta Eddy Prastyo Manajer New Media sebagai salah satu pemateri.(tin/ang)
Editor: Anggi Widya Permani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.