Rabu, 17 Agustus 2022

Dampak Penggunaan Kertas dan Tisu Bagi Hutan

Laporan oleh Restu Indah
Bagikan

Tahukah Anda, penggunaan kertas dan tisu yang berlebihan ikut mendukung kerusakan hutan?

Perubahan gaya hidup dan jaman menyebabkan penggunaan kertas dan tisu terus meningkat. Misalnya kertas untuk kebutuhan tulis dan cetak juga tisu untuk membersihkan.

Peningkatan kebutuhan kertas dan tisu tentunya diiringi dengan peningkatan kebutuhan akan bahan baku dan bahan tambahan lainnya.

Kebutuhan kertas nasional sendiri diketahui sekitar 5,6 juta ton per tahun. Untuk membuatnya diperlukan bahan baku kayu dalam jumlah besar dan mahal.

Sebenarnya Hutan Tanaman Industri (HTI) Indonesia tidak mampu mencukupi kebutuhan kertas dan tisu nasional ini. Tapi ironisnya di sekeliling kita banyak kertas dan tisu digunakan secara boros dan berlebihan.

Sementara itu, untuk memproduksi 1 rim kertas diperlukan 1 batang pohon usia sekitar 5 tahun, dan untuk menghasilkan 2 pack tisu berisi 40 sheet membutuhkan 1 batang pohon berumur 6 tahun. Padahal 1 batang pohon itu bisa menghidupkan sekitar 3 orang.

Selain itu, limbah yang dihasilkan dari proses produksi kertas dan tisu juga sangat besar. Baik secara kuantitatif dalam bentuk cair, gas dan padat maupun secara kualitatif.

Jika kita tidak mulai memperbaiki pola konsumsi kertas dan tisu sejak sekarang, maka akan terjadi kebiasaan dan menyebabkan pembabatan hutan terus menerus dan kurang diimbangi dengan penanaman kembali.

Dan jika hutan terus dibabat, keseimbangan ekosistem akan kacau dan menyebabkan apa yang sekarang kita kenal dengan global warming.

Sampai saat ini pun Indonesia sudah kehilangan sekitar 72 persen hutan aslinya dan semakin haripun kerusakan hutan masih tetap berlanjut. (berbagai/nia/ipg)

Teks Foto:
– Ilustrasi

Berita Terkait