Senin, 26 Oktober 2020

Ratusan Guru dan Siswa Kamboja Akan Pelajari Pola Pembelajaran di SMA Selamat Pagi Indonesia

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Gedung SMA Selamat Pagi Indonesia di Kota Batu, Jawa Timur. Foto : Dok suarasurabaya.net

Sebanyak 50 guru, 50 siswa SMA, dan 50 mahasiswa asal Kamboja, akan berkunjung ke SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu, Jawa Timur, untuk mempelajari pola pembelajaran dan sistem pengajaran di SMA SPI. Hal ini disampaikan Julianto Eko Putra Pendiri SMA SPI, yang saat ini dirinya berada di Phnom Penh untuk bertemu langsung dengan Wakil Perdana Menteri Kamboja, membahas pertukaran dosen, pelajar dan mahasiswa tersebut.

“Dari Wakil Perdana Menteri Kamboja meminta akan mengirimkan guru-guru, dosen, siswa SMA untuk belajar di Sekolah Selamat Pagi Indonesia, dan juga tahun ini (SPI, red) punya universitas yang sudah mulai beroperasi di Batu, Jatim,” ujarnya kepada Radio Suara Surabaya, Selasa (7/5/2019).

Para pengajar rencananya akan belajar tentang pembuatan program dan pola-pola pendidikan, sehingga diperkirakan berada di SMA SPI selama 3-6 bulan. Sedangkan pelajar SMA dan mahasiswa akan belajar sesuai dengan tingkatan pendidikan, yakni 3 tahun untuk siswa dan 4 tahun untuk mahasiswa.

Pertukaran pelajar ini diperkirakan akan dimulai sekitar Juli hingga Agustus mendatang.

Menurut Julianto, kedatangan para pengajar dan siswa ini karena mereka terkesan dengan praktik intrepreneurship. Sehingga diharapkan, setelah kedatangannya ke SMA SPI, mereka dapat mengaplikasikan sistem yang sama di negara mereka, Kamboja.

“Bulan lalu beberapa murid datang, mereka melihat pola pendidikan di SPI kok unik sekali, dan beliau mengirimkan guru dan pelajar mulai tahun ajaran ini,” imbuhnya.

Pola pembelajaran yang membuat pemerintah Kamboja terkesan, lanjutnya, karena pola pembelajaran di SMA SPI tidak hanya di kelas, namun juga terjun langsung seperti contohnya dalam bidang usaha.

“Mereka melihat banyak sekali praktek intrepreneurship dan profesionalisme, menurut mereka ini belum ada di sana dan akan dipraktikkan (di Kamboja, red). Kalau di kami yang mempraktikkan pelajaran dari teori, dan mereka tertarik dengan pola-pola (pembelajaran) seperti itu,” tambahnya.(tin/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Bundaran Margomulyo

Macet di Tol Waru arah Satelit

Kecelakaan Truk di Tol Ngawi-Solo

Surabaya
Senin, 26 Oktober 2020
29o
Kurs