Rabu, 26 Februari 2020

Musim Hujan, Pemprov Jatim Waspada Leptospirosis

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Ilustrasi. Jalan masuk perumahan Bumi Permata Hijau (batara) Munggugianti Gresik tergenang banjir, Kamis (2/5/2019). Foto: Abe Setiawan via e100

Herlin Ferliana Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur meminta masyarakat menjaga kebersihan demi mencegah penyakit leptospirosis yang rawan di musim hujan dan banjir.

“Penyakit pertama yang sangat kami khawatirkan leptospirosis. Itu, kan, kuman yang ditularkan lewat tikus. Kalau banjir, tempat-tempat yang ditempati tikus kena aliran air,” ujar Herlin, Jumat (10/1/2020).

Intensitas hujan tinggi belakangan berpotensi menyebabkan banjir. Selain leptospirosis, penyakit lain seperti gatal-gatal, diare, dan infeksi saluran pernafasan juga perlu diwaspadai.

Herlin yang sebelumnya menjabat Direktur RSJ Menur meminta masyarakat menjaga kebersihan. Kalau kebanjiran agar memakai sepatu boot, dan membiasakan cuci tangan dan kaki.

Dia juga menyarankan masyarakat tetap menjaga pola makanan sehat, istirahat cukup, dan olahraga. Asupan gizi yang tepat akan menjaga tubuh lebih kuat dari serangan virus dan kuman.

Dia ingatkan semua itu kepada masyarakat Jawa Timur meskipun sampai sekarang dia belum mendapat laporan tentang adanya masyarakat terdampak banjir yang terjangkit leptospirosis.

Keluhan dari masyarakat kebanjiran yang dia terima laporannya, antara lain gatal-gatal dan diare. Dinkes Jatim pun menyiapkan dengan baik semua kemungkinan yang terjadi.

“Baik dari kader kesehatan maupun puskemas agar bersiaga dan tanggap bencana dari sisi kesehatan. Sudah kami persiapkan dengan baik,” ujarnya.(den/iss/ipg)

Berita Terkait