Sabtu, 15 Juni 2024

Data Sore Ini, 151 Warga Masih Dicari Pascagempa di Cianjur

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Letjen TNI Suharyanto Kepala BNPB (dua dari kiri) dalam Konferensi Pers Update Penanganan Gempabumi M5,6 Cianjur Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). Foto: tangkapan layar

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan pemutakhiran data korban bencana gempabumi yang melanda Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Senin (21/11/2022).

Data sementara yang berhasil dihimpun sampai sore hari ini, Selasa (22/11/2022) pukul 17.00 WIB, diketahui ada ratusan orang yang meninggal dunia.

“Korban meninggal dunia 268 jiwa, yang sudah teridentifikasi sebanyak 122 jenazah, masih ada korban hilang sejumlah 151 orang. Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar seluruh korban ditemukan,” ucap Letjen TNI Suharyanto Kepala BNPB, dalam keterangan pers di Kantor Bupati Cianjur, Jawa Barat.

Kemudian data masyarakat yang mengungsi tercatat 58.362 orang, luka-luka 1.083 orang, kerusakan infrastruktur seperti rumah rusak total berjumlah 22.198 unit.

“Pengungsi mulai hari ini sudah mendapatkan fasilitas lebih baik, tenda besar sudah didirikan baik dari BNPB, institusi pemerintah, TNI/Polri dan bantuan lembaga lainnya. Dapur umum sudah beroperasi. Kalau masih ada yang kurang dan belum terlayani, akan kami perbaiki,” lanjutnya.

Terkait banyaknya perbedaan data yang berkembang, Suharyanto bilang pendataan masih terus dilakukan dan sudah ada pos komando (posko). Sehingga, semua informasi tentang penanganan gempa Cianjur yang resmi berasal dari posko.

“Setiap sore akan ada update penanganan bencana dari Posko Tanggap Darurat yang ada di Kantor Bupati Cianjur,” imbuhnya.

Merespons banyaknya masyarakat yang memberikan dukungan penanganan pascabencana, Kepala BNPB mengarahkan supaya semua berada di bawah pengelolaan posko.

“Bantuan untuk masyarakat terdampak baik yang datang dari pemerintah pusat, kementerian atau lembaga dan unsur swasta, semua akan dipusatkan di posko dan pendistribusiannya akan melalui posko,” jelasnya.

Walau pun dua rumah sakit di Kabupaten Cianjur ikut terdampak gempa, Suharyanto menegaskan penanganan kesehatan tetap berjalan. Tenda-tenda lapangan di sekitar rumah sakit didirikan sebagai rumah sakit darurat.

“RSUD Cianjur dan Rumah Sakit Sayang sudah beroperasi. Ditambah tenda lapangan termasuk tambahan tenaga kesehatan. Sebagian dirujuk ke rumah sakit di luar Kabupaten Cianjur, 100 pasien sudah dikirim ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung,” tandasnya.(rid/ipg)

Berita Terkait

Kurs
Exit mobile version