Senin, 30 Januari 2023

WHO: Kasus Malaria Global Meningkat Lebih Lambat pada 2021

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi. Foto: Alodokter.com

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (8/12/2022) menyampaikan, kasus malaria di seluruh dunia terus meningkat pada 2021, terutama di Afrika, meskipun pertumbuhannya lebih lambat.

WHO mengatakan, kasus maupun kematian akibat malaria tidak meningkat tajam pada 2021 dibandingkan tahun pertama pandemi virus corona.

Mengutip Antara yang bersumber Kyodo-OANA, kematian global akibat malaria mencapai 619.000 jiwa pada 2021, yang sedikit turun 625.000 jiwa dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan catatan badan kesehatan PBB, kasus malaria pada 2021 mencapai 247 juta atau naik dua juta dari 2020 dan 15 juta dari 2019.

“Kita menghadapi banyak tantangan, tetapi ada banyak alasan untuk berharap,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus Direktur Jenderal WHO seperti dikutip dalam siaran pers.

“Ada banyak alasan untuk memimpikan masa depan yang bebas malaria,” ujarnya.

Menurut WHO, Afrika menjadi wilayah yang paling terdampak malaria dengan 95 persen kasus dan kematian akibat malaria yang tercatat pada 2021. Sebagian besar anak-anak menderita penyakit tersebut.

Malaria adalah penyakit yang disebabkan parasit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk betina yang terinfeksi. Penyakit ini dapat dicegah dan disembuhkan.

WHO memperingatkan bahwa efektivitas alat-alat utama pengendalian malaria, seperti kelambu berinsektisida, menurun sehingga menghambat kemajuan lebih lanjut dalam upaya melawan penyakit itu.

Hambatan lainnya yaitu perubahan perilaku nyamuk yang menggigit lebih awal sebelum orang tidur, serta peningkatan resistensi parasit terhadap obat yang digunakan untuk mengobati malaria.

WHO mengatakan, vaksin malaria pertama di dunia akan disalurkan lebih banyak ke Afrika mulai akhir tahun 2023 dan seterusnya.

Selama tiga tahun terakhir, vaksin itu sudah diuji di Malawi, Ghana, dan Kenya, serta direkomendasikan untuk digunakan oleh WHO pada Oktober 2021.

Vaksin yang dikembangkan oleh farmasi Inggris GSK itu, merupakan “tambahan yang sangat penting untuk alat yang kita miliki dalam melawan malaria,” kata Abdisalan Noor kepala unit informasi Program Malaria Global WHO kepada wartawan.

Dampak penggunaan vaksin itu tergantung pada seberapa luas distribusinya. Noor berharap, ada pengurangan yang cukup signifikan dalam kasus malaria parah dan kematian akibat penyakit itu.(ant/tik/ipg)

Berita Terkait