Selasa, 18 Juni 2024

Berawal dari Scroll Facebook e100, Pendengar SS Temukan Warga Sememi yang Dilaporkan Hilang

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Tangkapan layar Facebook e100 soal berita kehilangan anggota keluarga atas nama Maksum, Jumat (29/12/2023). Foto: Billy suarasurabaya.net

Muhammad Maksum (75 tahun) warga Sememi, Kecamatan Benowo, Surabaya yang dikabarkan hilang tanpa kabar oleh keluarganya pada, Jumat (29/12/2023) lalu, berhasi ditemukan pendengar Radio Suara Surabaya (SS) pagi tadi.

Keberadaan Maksum itu pertamakali disampaikan oleh Ardiyanto pendengar SS, di sebuah musala Mulyorejo Baru, Babat Jerawat pada, Minggu (31/12/2023) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Ardiyanto mengatakan, Maksum sebenarnya ada di musala tersebut sejak dua hari. Namun, dia baru menyadari kalau lansia tersebut merupakan warga yang sempat dilaporkan hilang dan diposting di laman Facebook @e100.

“Ya tadi kan lagi buka Facebook, terus liat-liat ciri-cirinya sama gitu. Bajunya sama, wajahnya juga sama,” jelas Ardiyanto kepada Radio Suara Surabaya, Minggu.

Sementara Laspari selaku pengurus musala tersebut pada kesempatan yang sama menjelaskan, Maksum saat pertamakali tiba di musala dalam kondisi linglung dan pikun. Saat ditanyai asal dan namanya, Maksum hanya melantur dan menjawab dari Trowulan Surabaya.

“Pas ditanya hanya jawab namanya Maksum begitu. Iya (beberapa hari Maksum) tidur di situ,” ujar Lapsari.

Maksum saat dikabarkan berada di sebuah musala Mulyorejo Baru, Babat Jerawat pada, Minggu (31/12/2023) pagi. Foto: Ardiyanto via WA SS

Pascaditemukannya keberadaan Maksum, tim Gate Keeper SS kemudian langsung menyampaikan informasi tersebut ke pihak keluarga, untuk selanjutnya menjemput.

Sementara Moch Yasin, pihak keluarga waktu dihubungi mengatakan sangat berterimakasih kepada para pendengar SS.

“Alhamdulillah, ini sudah ketemu. Jarak hilang dari rumah ini sekitar dua kilometer. Dulu sebenarnya pernah hilang berapa jam, langsung ketemu. Kemungkinan Jumat kemarin keluar kelamaan sore baru sadar kalo tidak ada (di rumah),” ucapnya.

Sebagai informasi, Maksum pertamakali hilang dari rumahnya di daerah Sememi, seusai pamit salat Jumat. Maksum waktu itu dilaporkan hilang dengan ciri-ciri tinggi 170 centimeter, kulit sawo matang, rambut sudah agak tipis dan beruban, terakhir memakai baju batik warna coklat dan oranye, peci putih, sarung putih, tidak membawa sejadah, dan kemungkinan memakai sandal.

“Terimakasih banyak, tak terkecuali semua yang sudah membantu,” ujar Yasin kepada seluruh pendengar SS. (bil/iss)

Berita Terkait

Kurs
Exit mobile version