Senin, 22 Juli 2024

Disbudpar Jatim Dorong Desa-Desa Wisata Lain Ikuti Jejak Pemenang ADWI 2023

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Desa Wisata Kampung Heritage Kajoetangan di Kota Malang. Foto: Kemenparekraf

Sebanyak delapan desa wisata di Jawa Timur (Jatim) berhasil menyabet Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), bersama 75 desa wisata lain di seluruh Indonesia.

Jumlah desa pemenang itu menjadikan Jatim sebagai penyumbang terbanyak dalam ADWI 2023, mengungguli provinsi-provinsi lainnya di Tanah Air.

Doktor Hudiyono Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim mengatakan, ke depan pihak Pemprov Jatim akan lebih giat melakukan pembinaan kepada desa-desa wisata di Jatim agar turut mencatat prestasi. Mengingat, pada tahun 2023 desa wisata di Jatim totalnya ada 596 desa.

“Memang titik lemahnya desa wisata itu di SDM (sumber daya manusia). Untuk itu kami (Pemprov Jatim) akan fokus memberikan penguatan dan peningkatan pada kekurangan tersebut, biar 596 desa-desa wisata bisa mengikuti prestasi delapan desa yang sudah menang tadi,” ungkapnya pada Radio Suara Surabaya, Kamis (30/3/2023).

Hudiyono menjelaskan, kesuksesan dan kemandirian desa wisata bahkan bisa memberi dampak signifikan pada perekonomian suatu daerah.

“Kalau dari 596 itu per desa bisa menghasilkan Rp2 miliar per tahun, bayangkan bisa menghasilkan kurang lebih Rp1 triliun untuk PAD (Penghasilan Asli Daerah) kita,” ungkapnya.

Untuk itu, Hudiyono mengajak masyarakat berbondong-bondong mengunjungi desa wisata Jatim, agar bisa memberi pemasukan untuk maintenance/perawatan desa wisata. “Yang lebih penting itu merawat desa-nya agar bisa terus berkembang dan eksis,” tandasnya.

Adapun profil delapan desa di Jatim yang berhasil meraih desa wisata terbaik ADWI 2023 sebagai berikut:

1. Desa Wisata Kampung Heritage Kajoetangan (Kota Malang)

Desa Wisata Kampung Heritage Kajoetangan di Kota Malang. Foto: Kemenparekraf

Wisata Kampung Heritage Kajoetangan adalah wisata kampung tematik bersejarah, yang diresmikan pada tahun 2018. Dengan mengusung konsep retro dengan peninggalan bangunan-bangunan berumur ratusan tahun. Sisa-sisa kejayaan masa kolonial di kampung Kayutangan masih terjaga rapi dan menjadi potensi besar dan terpendam. Di antaranya bangunan-bangunan tua dan bersejarah seperti Makam Mbah Honggo, Kuburan Tandak, Langgar tua, Pasar Talun, dan Terowongan.

2. Desa Wisata Edelweiss Wonokitri (Kabupaten Pasuruan)

Desa Wisata Edelweiss Wonokitri di Kabupaten Pasuruan. Foto: Kemenparekraf

Satu-satunya desa wisata yang menyajikan bunga edelweiss sebagai daya tarik utama. Bunga edelweiss ini merupakan salah satu tanaman yang di lindungi oleh undang-undang. Tetapi kelompok pengelola sudah mendapatkan izin untuk membudidayakannya. Selain alasan konservasi budidaya bunga edelweiss ini juga erat kaitannya dengan budaya masyarakat Suku Tengger karena bunga ini merupakan bunga sakral yang di pergunakan untuk beberapa upacara adat masyarakat Desa Wonokitri.

3. Desa Wisata Kebangsaan Wonorejo (Situbondo)

Desa Wisata Kebangsaan Wonorejo di Situbondo. Foto: Wisata Situbondo

Desa ini dikenal sebagai Wisata Kebangsaan karena pluralisme masyarakatnya yang memiliki toleransi beragama sebagai kearifan lokal. Terletak di ujung Timur Situbondo, menjadi desa penyangga dari Taman Nasional Baluran. Memiliki fungsi sebagai kawasan perlindungan sumber daya alam hayati beserta ekosistem aslinya sebagai daya dukung potensi wisata berkelas Internasional.

4. Desa Wisata Duren Sari Sawahan (Trenggalek)

Desa Wisata Duren Sari Sawahan di Trenggalek. Foto: Kemenparekraf

Desa Wisata Duren Sari Sawahan merupakan desa wisata yang berdiri sejak tanggal 11 November 2015. Desa ini menyuguhkan wisata alam, permainan tradisional, outbound, kuliner serta homestay. Keunikan dan keindahan Desa Wisata Duren Sari Sawahan ditunjukkan melalui bentang alam International Durio Forestry (IDF) sebagai daya tarik utama. IDF merupakan hutan durian terluas se- Asia Tenggara 650 hektar yang pohonnya sebagian besar sudah berumur ratusan tahun dan masih tumbuh subur sampai sekarang. Ada ribuan jenis durian lokal dengan keunikan rasa yang berbeda membuat wisatawan selalu rindu dengan desa ini.

5. Desa Wisata Ketapanrame (Kabupaten Mojokerto)

Desa Wisata Ketapanrame di Kabupaten Mojokerto. Foto: Disbudporapar Kabupaten Mojokerto

Desa Wisata Ketapanrame menawarkan beragam daya tarik. Mulai dari wisata alam, berupa persawahan, air terjun, dan kebun kopi. Hingga seni kearifan dan wisata edukasi juga ada di wilayah Kecamatan Trawas yang memiliki hawa cukup dingin. Salah satu wisata yang dikenal dari Desa Ketapanrame adalah Sumber Gempong.

6. Desa Wisata Bira Tengah (Sampang)

Desa Wisata Bira Tengah di Sampang. Foto: Kemenparekraf

Desa Bira Tengah menyuguhkan wisata alam dan keindahan Pantai Lon Malang dengan pasir putih dan rindangnya pohon cemara yang berjajar di sepanjang pantai. Terletak di sisi utara Sampang, Pulau Madura dengan pemandangan laut Jawa yang memiliki debur ombak yang tidak terlalu besar.

7. Desa Wisata Sendang (Pacitan)

Desa Wisata Sendang di Pacitan. Foto: Kemenparekraf

Desa Sendang memiliki banyak potensi destinasi wisata, selain Pantai Klayar yang sudah mendunia, ada juga Pariwisata lain, seperti wisata edukasi Kepemudaan dan Olahraga. Saat ini juga terus dikembangkan wisata Pantai Ngiroboyo yang dikelola BUMDesBUMDes Subur Makmur Desa Sendang. Tersedia fasilitas untuknkegiatan outbound, susur sungai, area memancing, sentra kuliner, voli pantai hinggan penginapan yang representatif.

8. Desa Wisata Bowele (Kabupaten Malang)

Desa Wisata Bowele di Kabupaten Malang. Foto: Disparbud Kabupaten Malang

Desa wisata Bowele memiliki bentang alam yang indah berupa gugusan pantai, lembah dan perbukitan yang subur, selain itu hasil laut juga melimpah. Nama Bowele berasal dari singkatan tiga destinasi wisata pantai utama di Desa tersebut, yakni Pantai Bolu-bolu, Pantai Wediawu dan Pantai Lenggoksono. Terdapat air terjun tepi pantai yaitu Banyuanjlok yang di dalamnya juga terdapat goa dan kolam alami. Bagi penghobi selancar bisa mengunjungi Pantai Wediawu dan Pantai Lenggoksono yang memiliki ombak cukup menantang. (bil)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Kurs
Exit mobile version