Sabtu, 20 April 2024

Kecam Tindak Kekerasan, Buruh Jatim Bakal Kooperatif Soal Pelaku Pengeroyokan Satpol PP

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Pengeroyokan salah satu anggota Satpol PP Kota Surabaya oleh oknum buruh di Jalan Ahmad Yani, Kamis (30/11/2023). Foto: tangkapan layar

Kelompok buruh Jawa Timur bakal kooperatif mencari pelaku berseragam salah satu unsur buruh yang ikut demonstrasi kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Surabaya hari ini, Kamis (30/11/2023).

Nurudin Hidayat Juru Bicara Massa Aksi menyebut, masih mencari tahu kebenaran video pengeroyokan sejumlah orang berseragam salah satu kelompok buruh terhadap dua Satpol PP Surabaya yang sebelumnya beredar.

“Kalau lihat video sepertinya benar (seragam buruh) cuman persoalanya saya kurang tahu itu. Cuma di atas mokom (mobil komando) tadi saya sempat lihat sedikit ramai-ramai di dekat Dolog. Saya pikir teman-teman (buruh) ada gesekan sama teman-teman polisi karena dilarang melintas di jalur utama A Yani,” kata Nurudin, Kamis (30/11/2023).

Ia menyebut akan mengklarifikasi kronologi kejadian itu ke internal buruh. Selanjutnya, Nurudin mengaku bakal kooperatif menemui Satpol PP jika terbukti buruh bersalah.

“Saya cari dulu ke kawan-kawan Garda Metal, karena kalau lihat dari seragamnya teman-teman Garda Metal, saya mau klarifikasi apa yang terjadi. Kalau memang diperlukan bertemu dengan rekan Satpol PP, maka akan kita pertemukan,” bebernya.

Kalau benar, ia memastikan ada penindakan internal untuk buruh yang melakukan kekerasan.

“Pasti (ada penindakan internal), kita cari dulu siapa pelaku penendangan itu, kalau Garda Metal ya daerah mana, terus kejadianya seperti apa,” jelasnya.

Menurutnya, buruh mengecam segala tindak kekerasan meski saat sedang unjuk rasa. “Yang jelas hal tersebut kita sangat menentang aksi kekerasan seperti itu,” imbuhnya.

Sebelumnya, beredar video sejumlah buruh berseragam kaos, menendang dan mengeroyok Satpol PP. Kejadian itu dibenarkan M Fikser Kepala Satpol PP Kota Surabaya. Ia juga berencana melaporkan peristiwa pengeroyokan ini ke polisi.

“Memang ada dua anggota saya (tim) Jolodoro yang bertugas. Mereka itu melakukan pengawasan di pedestrian di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Posisi mereka ada di samping Bulog, posisi saat itu jalan macet kemudian ada warga yang minta tolong kepada mereka untuk memberikan jalan sedikit,” beber Fikser waktu dikonfirmasi. (lta/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kurs
Exit mobile version