Kamis, 20 Juni 2024

Lima Tahun Mencari Mobilnya yang Hilang, Disiarkan di SS Tak Sampai Sehari Ditemukan di Gresik

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Mobil Fortuner milik pelapor yang dilaporkan hilang ke SS. Foto: Steverd Sondak via WA SS

Steverd Sondak, warga Jakarta Barat, DKI Jakarta, Rabu (8/2/2023) melaporkan ke Suara Surabaya (SS) bahwa mobil Fortuner B 1147 KJC miliknya yang diduga digelapkan sejak tahun 2017, terlihat ada di Surabaya.

Kepada Suara Surabaya, Steverd yang mempunyai usaha rental mobil mengaku menyewakan mobilnya kepada seseorang berinisial HR pada Maret 2017. HR merupakan pelanggan tetap di rental milik Steverd. Saat itu HR akan menyewa mobil Fortuner selama satu bulan dan sudah melunasi biaya sewa sebesar Rp7 juta. STNK dan mobil pun diberikan Steverd kepada HR.

Sebulan menanti, mobil tersebut tak kunjung dikembalikan. Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, Fortuner Steverd tidak juga kembali pada dirinya.

Hingga pada tahun 2020, ia melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Timur. Ia mengaku tak punya jalan lain supaya mobilnya kembali selain menempuh jalur hukum, karena tidak ada itikad baik peminjam untuk mengembalikan kendaraan.

Steverd juga menyebut mobil ini ternyata sudah diperpanjang di Samsat Kota Bekasi pada tahun 2018.

“Hanya perpanjang pajak dan STNK 5 tahunan saja, jadi nopolnya tetap,” ujarnya.

Kemudian pada 4 Januari 2023, saat tengah mengisi BBM, Steverd mencoba mengecek melalui server di SPBU Jl. Letjen Sutoyo, Jakarta Timur. Saat menanyai petugas SPBU apakah mobil Fortunernya sudah diisi Solar atau belum, berdasarkan data di aplikasi My Pertamina ternyata sudah diisi dan memenuhi kuota.

Steverd pun menanyai apabila ingin mengetahui mobilnya pernah mengisi BBM di mana saja, petugas menjawab yang punya data adalah PT Telkom. Sehingga ia pun bergegas menuju Plasa Telkom di Jakarta Selatan pada akhir Januari 2023. Oleh pegawai Telkom, Steverd dibantu menunjukkan lokasi pengisian terakhir mobil itu. Ternyata mobil terakhir terlihat mengisi BBM sebanyak 43,67 liter di SPBU Jl. Letjen Sutoyo, Jakarta Timur pada 19 Oktober 2022. Setelah itu tidak ada lagi riwayat pengisian mobil di Jakarta dan sekitarnya.

Steverd kemudian mengira-ngira sendiri, dengan bensin sebanyak 43,67 liter jarak yang bisa ditempuh kurang lebih 625 km. Apabila dibawa bepergian jauh, mobil tersebut bisa sampai di Sumatra atau Jawa. Akhirnya ia memutuskan mencari ke Pulau Sumatra dulu.

“Jarak 625 km antara titik itu di Jakarta Timur sampai Palembang 625 km. Ternyata gak ke Sumatra. Akhirnya saya balik ke Jakarta, saya kemudian menjajaki Jawa,” ujarnya saat dihubungi Suara Surabaya.

Di tempat yang didatanginya, ia melacak mobilnya secara mandiri dengan cara mengecek masing-masing region Telkom. Mulai dari region Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah didatanginya. Tapi semua hasilnya nihil.

Hingga pada 6 Februari 2023 lalu, sampailah ia di Jawa Timur dan datang ke Plasa Telkom Ngawi. Di situ ada titik terang kalau mobilnya pada 19 Oktober 2022 pukul 21.12 WIB mengisi Solar di SPBU Rest Area Tol Ngawi sebesar Rp100 ribu.

Mengetahui mobilnya ada di wilayah Jawa Timur, ia kembali mengira-ngira dengan bensin sebesar Rp100 ribu, jarak yang mungkin ditempuh adalah ke Malang. Hingga pada Rabu 8 Februari kemarin, Steverd menuju Plasa Telkom di Malang. Oleh pegawai di sana, ia diberitahu bahwa mobilnya pada hari Rabu (8/2/2023) pukul 09.49 WIB mengisi Solar di SPBU Jl. Jakarta, Perak Barat, Surabaya. Perjalanannya untuk mencari mobilnya yang hilang semakin mendekati titik terang, dan ia segera menuju ke Surabaya.

Sesampainya di Perak Barat, ia kemudian kulo nuwun ke petugas SPBU untuk mengakses rekaman CCTV. Benar saja, mobilnya yang selama ini dicari terlihat tengah isi bensin di sana. Oleh petugas SPBU, ia pun diminta melaporkan ke Radio Suara Surabaya.

“Dari pihak SPBU mengatakan, pak gini aja kalo gini disiarkan ke Radio Suara Surabaya ini kalau memang mobilnya masih ‘anget’ jamnya pasti ketemu,” kata Steverd menirukan ucapan petugas SPBU di sana.

“Di situ (mobil) sudah beberapa kali (mengisi bensin) di SPBU yang sama. Dalam 1 bulan, dari 8 Januari hingga 8 Februari sudah ada lebih dari 5 kali isi bensin di situ,” imbuhnya.

Selain menyampaikan laporan kehilangannya di SS, ia juga melaporkan kasus ini ke Polres Tanjung Perak Barat berbekal rekaman CCTV. Oleh petugas kepolisian laporan itu diterima dengan baik dan akan dikoordinasikan dengan polisi di Jatim.

Setelah disiarkan Suara Surabaya perihal mobil ini, beberapa pendengar Suara Surabaya melaporkan melihat mobil dengan ciri-ciri yang sama. Fortuner silver B 1147 KJC, ada bemper tanduk ARB.

Sekitar pukul 17.30 WIB, Mukti Ardi Wibowo pendengar SS melihat mobil itu di Jalan Raya Veteran Gresik mengarah ke dalam kota. Tak lama, Arie Purwanto juga melihat mobil itu di Nippon Paint arah Gresik. Laporan ini disusul dengan laporan lain yang menyebut mobil ada di depan Semen Gresik, depan Hotel Pesona Khas Gresik, dan posisi terakhir di area parkir makam Sunan Maulana Malik Ibrahim pada Rabu malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Ipda Andhika Haditya Kanit Pidana Umum Polres Gresik pada Kamis (9/2/2023) sore mengatakan, mobil yang terparkir di area makam Sunan Maulana Malik Ibrahim adalah Fortuner dengan ciri yang sama milik Steverd.

“Malam kemarin kami tungguin sampai detik ini tidak ada yang mendatangi mobil tersebut. Mobil masih bagus dan sampai sekarang masih terparkir di sana,” jelasnya saat mengudara di Radio Suara Surabaya.

Andhika menjelaskan, polisi menunggu pemilik mobil hingga Kamis sore tapi tak ada seorang pun yang menghampiri.

Keberadaan mobil tersebut sudah dikoordinasikan dengan Polres Metro Jakarta Timur.

“Sementara unit tersebut diamankan dan ditarik ke polres, selanjutnya nunggu Polres Metro Jaktim untuk penanganan selanjutnya,” ujarnya.

Steverd yang dikonfirmasi terkait penemuan mobilnya ini mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada berbagai pihak perjuangannya berakhir bahagia. Mobil yang dicarinya sejak tahun 2017 berhasil ditemukan.

Ia sempat mengaku sempat pasrah saat mobilnya tak kunjung kembali. Namun ia pantang menyerah hingga jalan yang sebelumnya gelap, perlahan kian terang.

“Saya dapat jalan, dimudahkan, saya juga gak tahu kok bisa. Ini pertolongan dari Yang Maha Kuasa sampai akhirnya mobil ini ditemukan. Sangat luar biasa seperti mimpi ketemu bener-bener nyata. Saya sampai menitikkan air mata,” ujarnya.

Senada dengan keterangan Andhika Haditya, saat ini mobilnya sedang menunggu kedatangan petugas Polres Metro Jakarta Timur untuk proses hukum selanjutnya.(dfn/ipg)

Berita Terkait

Kurs
Exit mobile version