Jumat, 14 Juni 2024

Pelindo Petikemas Tanam 55.000 Mangrove di Area Pelabuhan

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ketua Pokdarwis Sontoh Laut Surabaya Shodiq Machfudz, Direktur SDM PT Pelindo Terminal Petikemas AdySutrisno, dan Camat Asemrowo Surabaya Muhammad Khusnul Amin berbincang di sela penanaman mangrove di Kampung Sontoh Laut, Selasa (30/5/2023). Foto: SPTP

Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) melakukan penanaman 55.000 bibit mangrove di area seluas 5 hektare di Kelurahan Tambak Sarioso, Asemrowo, Surabaya pada Selasa (30/5/2023). Area ini bersebelahan dengan Terminal Teluk Lamong yang merupakan bagian dari SPTP.

Penanaman bibit mangrove ini adalah komitmen perseroan melalui program Pelindo Peduli. Bertujuan mendukung pelabuhan hijau yang dicanangkan oleh pemerintah.

Widyaswendra Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas mengatakan, pihaknya memiliki rencana penghijauan di sejumlah area pelabuhan. Dengan jumlah bibit mangrove yang akan ditanam sebanyak 125.000 dengan total luas 31 hektare

Selain itu, juga akan dilakukan penanaman 2.700 pohon  yang seluruhnya akan dilaksanakan pada 2023. Langkah ini disebut bermanfaat bagi masyarakat pesisir sebagai habitat ikan sekaligus penahan abrasi.

“Setelah dari Surabaya, penghijauan akan dilanjutkan dengan penanaman mangrove di Kabupaten Konawe di Sulawesi Tenggara. Kemudian rehabilitasi terumbu karang di area Kepulauan Seribu,” kata Widyaswendra.

Program pelabuhan hijau juga dilakukan melalui elektrifikasi peralatan pelabuhan. Hal itu sebagai upaya untuk mengurangi pencemaran udara yang selama ini lekat dengan lingkungan pelabuhan.

Saat ini sebagian besar peralatan pelabuhan sudah dioperasikan dengan tenaga listrik. Bahkan, di beberapa pelabuhan kapal yang bersandar di dermaga dapat memperoleh pasokan dari sambungan listrik atau shore connection.

Camat Asemrowo Muhammad Khusnul Amin mengapresiasi langkah PT Pelindo Terminal Petikemas ini. Pihaknya menilai kepedulian perusahaan tidak sebatas pada lingkungan, namun juga sosial kemasyarakatan.

Khusnul Amin mencontohkan adanya kampung binaan dan perbaikan gizi bagi anak stunting. “Bentuk kemitraan dan kolaborasi seperti ini harus terus dibina dan dijaga dengan baik untuk kepentingan dan kemajuan bersama,” terangnya. (saf/iss)

Berita Terkait

Kurs
Exit mobile version