Jumat, 12 Juli 2024

Pembangunan Saluran di Surabaya Sudah 90 Persen, Beberapa Titik Masih Rawan Genangan saat Hujan

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Belasan pengendara roda dua tampak mendorong motornya di Jalan Raya Dukuh Kupang imbas banjir di Jalan Mayjend Sungkono, Jumat (28/4/2023). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Pembangunan saluran di Kota Surabaya masih dikebut, yang sekarang mencapai 90 persen, dipastikan tuntas pertengahan Desember 2023.

Windo Gusman Prasetyo Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya menyebut, sementara normalisasi sungai sudah dituntaskan sebelum cuaca ekstrem mulai beberapa hari terakhir.

“Jadi musim hujan ini, pembangunan sudah dimaksimalkan 90 persen lebih, sudah hampir selesai, pertengahan Desember sudah selesai semua,” kata Windo dikonfirmasi awak media, Kamis (30/11/2023).

Sementara berdasarkan pemetaan, beberapa wilayah rawan genangan dan banjir di Surabaya masih ada tersebar dari Surabaya Barat, Timur hingga Utara.

“Yang masih kita prioritaskan itu di (Barat) di Jalan Mayjend Sungkono kita usahakan agar tidak terjadi genangan,” kata Windo.

Sementara Surabaya Utara, yang menjadi prioritas wilayah Kalianak. Karena terdapat hambatan penyempitan saluran di Sungai Kalianak.

“Saluran awalnya 30 meter, kemudian banyak perumahan (memiliki saluran)1 meter salurannya. Titik-titik banjir utara juga prioritas,” ujarnya.

Kemudian di Surabaya Timur, ada di kawasan Sidotopo. Pihaknya sedang membangun saluran dan akan selesai tahun ini, kemudian dilanjutkan lagi tahun 2024.

“Wilayah barat, Manukan dan sekitarnya masih proses pembangunan (saluran). Maksimal pembangunan tahun 2023, kita lanjutkan 2024,” pungkasnya.

Selain saluran, ada enam rumah pompa yang sedang dikebut hingga akhir tahun. Kemudian ada lebih dari 200 saluran lingkungan yang digarap.

Sementara penyebab genangan juga banyak sampah menumpuk menuju ke rumah pompa.

“Jadi yang sampah-sampah yang ada hujan pertama memang besar sekali sampah yang datang ke rumah pompa dan saluran. Sangat besar (sampah), operasi rumah pompa itu tergantung dari banyaknya air yang datang ke pompa. Tapi kalau ada sampah-sampah yang menghambat, otomatis menjadi bendungan dan tidak beroperasi pompanya, harus diambil,” ujarnya.

Lebih dari tiga rumah pompa tersumbat saat hujan pertama dan menimbulkan genangan sekitarnya.

“Rumah pompa Prapen, screen Girilaya, rumah pompa Jambangan Baru, rumah pompa Greges, rumah pompa Dupak, banyak. Saluran kalau hujan pertama banyak sampah-sampah hanyut ke rumah pompa,” sebutnya. (lta/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Kurs
Exit mobile version