Senin, 24 Juni 2024

191 Rumah di Bondowoso Rusak Akibat Diterjang Angin Puting Beliung

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Momen angin puting beliung melanda Desa Walidono dan Desa Cangkring, Prajekan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur (Jatim), Kamis (18/1/2024) sore, yang mengakibatkan 191 rumah warga rusak. Foto: tangkapan layar

Peristiwa angin puting beliung menerjang sebanyak 191 rumah warga di Desa Walidono dan Desa Cangkring, Prajekan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur (Jatim), Kamis (18/1/2024) sore kemarin, sekitar pukul 17.00 WIB.

Satrio Suseno Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim menyatakan, sebelum dilanda puting beliung, dua desa terdampak itu sempat hujan lebat serta angin kencang.

“Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan beberapa rumah warga rusak dan beberapa pohon tumbang,” kata Satrio dalam keterangan yang diterima suarasurabaya.net, Jumat (19/1/2024).

Menurut pendataan BPBD setempat, Desa Walidono jadi wilayah paling terdampak bencana puting beliung dengan jumlah kerusakan bangunan rumah dan pohon tumbang terbanyak.

“Total keseluruhan dampak (puting beliung) rumah rusak ringan 109 Unit, rumah rusak sedang 67 unit, rumah rusak besar 15 unit, dan pohon tumbang 12 Batang,” tutur Satrio.

Selain berdampak pada sejumlah bangunan, peristiwa ini juga mengakibatkan tiga warga luka ringan, tiga orang luka sedang, dan dua orang menderita luka berat. Para korban telah mendapatkan penanganan medis.

Setelah peristiwa kemarin, Pusdalops PB BPBD Bondowoso dan Agen Bencana Provinsi Jatim melanjutkan pendataan di lokasi kejadian.

BPBD Kabupaten Bondowoso dibantu dengan unsur yang terlibat juga terus melanjutkan pembersihan material dampak angin puting beliung di lokasi kejadian.

Selain iyu BPBD Bondowoso telah mendirikan posko tanggap darurat yang berlokasi di Kantor Desa Walidono. “Dan mendirikan dapur umum di SDN 2 Walidono,” tandas Satrio.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jatim, yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi pada periode 17 – 23 Januari 2024.

Keterangan yang diterima suarasurabaya.net, Rabu (17/1/2024), bencana itu berupa banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es berpotensi terjadi di wilayah; Kabupaten Banyuwangi, Kota Batu, Kota Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Jombang, Kota Kediri, Kabupaten Malang, Lamongan, Lumajang, Magetan, Kota Malang, Kota Mojokerto, dan Kota Pasuruan.

Selain itu, juga di Kota Probolinggo, Sidoarjo, Sumenep, Surabaya, Trenggalek, Tulungagung, Kabupaten Kediri, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Blitar, Kabupaten Pasuruan, Bangkalan, Gresik, Jember, Madiun, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Ponorogo, Situbondo, Tuban, Kota Madiun dan Kabupaten  Sampang. (wld/bil/ipg)
Berita Terkait

Kurs
Exit mobile version