Senin, 24 Juni 2024

3.400 Jemaah Haji Gelombang Pertama Siap Diberangkatkan ke Makkah Secara Bertahap

Laporan oleh Restu Indah
Bagikan
Jemaah haji antre masuk ke Raudhah Masjid Nabawi, Madinah, dan ziarah ke makam Rasulullah SAW, Minggu (19/5/2024). Foto: Restu Indah suarasurabaya.net

Sebanyak delapan kloter dengan 3.400 jemaah haji Indonesia gelombang pertama siap diberangkatkan ke Makkah secara bertahap mulai hari ini, Senin (20/5/2024).

Pantauan suarasurabaya.net di Tanah Suci, jemaah haji terlebih dahulu mengambil miqat umrah wajib di Masjid Dzulhulaifah atau Masjid Bir Ali, Madinah, Saudi Arabia.

Sebelumnya, petugas haji Daerah Kerja (Daker) Madinah sektor Bir Ali sudah melakukan orientasi lapangan, pemetaan wilayah, dan menyiapkan petugas yang akan ditempatkan di beberapa titik strategis untuk mengoptimalkan layanan kepada jemaah haji di Masjid Bir Ali.

Hal tersebut juga dikonfirmasi Aziz Hegemor Kepala Sektor Bir Ali, Daker Madinah. Ada lima titik lokasi penempatan petugas yang akan melayani jemaah saat pengambilan miqat. Yakni pintu depan, bagian tengah dan belakang, di samping, serta di dalam masjid.

“Di Masjid Bir Ali, jemaah haji hanya melakukan salat sunah umrah dan berniat untuk umrah wajib,” sebutnya.

Para petugas kloter juga mengimbau jemaah agar sudah menyiapkan diri dengan pakaian ihram sejak dari hotel di Madinah. Untuk jemaah laki-laki diingatkan tidak mengenakan pakaian berjahit.

“Sektor Bir Ali mengimbau kepada semua kloter agar jemaah sudah siap pakai baju ihram, laki-laki meninggalkan celana dalam dan sudah berwudu dari hotel, mengingat jemaah haji hanya singgah selama 15 menit di Bir Ali, untuk melakukan salat sunah umrah, lalu berniat untuk umrah wajib,” kata Aziz.

Kemudian setibanya di Masjid Bir Ali, nantinya petugas akan langsung mengarahkan jemaah turun untuk masuk ke masjid. Jemaah hanya diberikan waktu 15 menit untuk melakukan salat sunnah umrah dan berniat melakukan umrah wajib di Masjid Bir Ali.

Terkhusus jemaah lansia dan jemaah yang sakit tidak disarankan turun dari bus, sehingga salat sunnah dan berniat umrah bisa dilakukan dari dalam bus. Hal ini dilakukan sebagai supaya menjaga kesehatan jemaah haji lansia menuju puncak haji nanti.

Para jemaah juga diharapkan untuk mengingat nomor bus masing-masing agar tidak bingung ketika kembali ke bus. (azw/bil/ham)

Berita Terkait

Kurs
Exit mobile version