Kamis, 30 Mei 2024

Banjir di Gresik Masih Siaga Merah karena Tingginya Permukaan Air Kali Lamong

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
BPBD Kabupaten Gresik saat mengevakuasi warga terdampak banjir. Foto: Instagram BPBD Gresik

Suyono Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik mengatakan banjir di kawasan Gresik saat ini masih dalam status siaga merah karena tingginya permukaan air di Kali Lamong.

Ratusan rumah di Dusun Pandu pada Sabtu (17/2/2024) malam, tergenang air dengan ketinggian 30 centimeter. Namun, saat ini genangan air sudah mulai surut.

“Saat ini genangan air sudah mulai surut, mungkin akibat dari air laut surut sehingga air mengalir ke laut,” kata Suryono saat mengudara di Radio Suara Surabaya, pada Minggu (18/2/2024).

Sementara itu, ia mengatakan Desa Bringkang Menganti merupakan salah satu wilayah yang terendam banjir karena curah hujan yang tinggi tadi malam. Namun, saat ini, air di wilayah tersebut sudah mulai surut dengan ketinggian genangan 10 centimeter.

Untuk saat ini, upaya penangan banjir yang dilakukan Pemkab Gresik adalah dengan memperkuat tanggul yang ada di Desa Betiting, Cerme, Gresik.

“Sejak tadi malam, tanggul Anak Kali Lamong retak-retak, dan pagi ini teman-teman relawan sudah datang ke Desa Betiting untuk memperkuat tanggul dengan bongkotan, gedek, dan karung,” ujarnya.

Sebagai informasi, sejak adanya normalisasi di Desa Morowudi telah membantu mengurangi genangan air dari Kali Lamong.

Kedepan, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPR) Kabupaten Gresik akan berkorkoordinasi dengan Pemkot Surabaya terkait pelebaran jalan di perbatasan Surabaya-Gresik.

Sebagai informasi, sebanyak 1.200 rumah di Perumahan Oma Indah Menganti tergenang, namun warga menolak di evakuasi. Selain itu, warga juga membuat dapur umum di bantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik dan relawan setempat (ike/iss)

Berita Terkait

Kurs
Exit mobile version