Minggu, 14 Juli 2024

Bertemu Presiden Majelis Umum PBB, Retno Marsudi Bahas Persoalan Palestina

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Retno Marsudi Menteri Luar Negeri RI (kanan) bertemu Dennis Francis Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) ke-78 dalam pertemuan bilateral di sela-sela World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali, Minggu (19/5/2024). Foto: Antara/ Kemlu RI

Retno Marsudi Menteri Luar Negeri RI melakukan pertemuan bilateral dengan Dennis Francis Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) ke-78, di sela-sela World Water Forum (WWF) ke-10, Bali.

Melansir Antara, salah satu hal yang dibahas Retno dan Francis dalam pertemuan pada, Minggu (19/5/2024) malam, adalah persoalan Palestina.

Terkait hal tersebut, Retno menyambut baik disahkannya Resolusi Sidang Majelis Umum PBB nomor ES 10/23 yang memberi hak-hak istimewa laksana anggota penuh untuk Palestina di Majelis Umum PBB pada 10 Mei lalu.

Resolusi tersebut, ucap dia, merupakan langkah penting dalam upaya mendorong hak yang setara bagi Palestina di antara negara-negara dunia. Meski demikian, resolusi tersebut dinilai belum cukup.

Retno menegaskan bahwa langkah selanjutnya adalah memastikan perdamaian berkelanjutan terwujud, pengiriman bantuan kemanusiaan lancar tanpa hambatan, dan Palestina meraih status keanggotaan penuh di PBB.

Selain itu, Retno dan Francis juga membahas persoalan multilateralisme dan perubahan iklim.

Dalam hal multilateralisme, Retno mengatakan bahwa PBB harus menguatkan perannya lebih dari sekadar jangkar multilateralisme. Ia juga menegaskan komitmen Indonesia terus mendukung terwujudnya hal tersebut.

Menlu mengatakan bahwa Indonesia menyambut baik rencana penyelenggaraan Summit of the Future pada September 2024 dan berharap pertemuan tersebut membuahkan hasil konkret, termasuk dalam mendorong reformasi arsitektur multilateral dan mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Terkait perubahan iklim, Retno juga menegaskan komitmen Indonesia berkolaborasi mengatasi kenaikan laut yang sangat berdampak pada negara-negara kepulauan kecil.

Oleh karena itu, Retno mengatakan bahwa Indonesia mendukung penyelenggaraan High-Level Meeting on the Sea Level Rise juga pada September mendatang dan berharap pertemuan tersebut membuahkan hasil konkret. (ant/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Kurs
Exit mobile version