Rabu, 29 Mei 2024

Israel Telah Larang Separuh Misi Bantuan UNRWA Masuki Gaza Sejak Awal Tahun

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Warga Palestina mengantre untuk mendapatkan bantuan makanan di kota Rafah di Jalur Gaza selatan, 9 Februari 2024. Foto: Xinhua Warga Palestina mengantre untuk mendapatkan bantuan makanan di kota Rafah di Jalur Gaza selatan, 9 Februari 2024. Foto: Xinhua

Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) menyebut bahwa Israel telah melarang lebih dari separuh misi pengiriman bantuan mereka untuk warga di jalur Gaza Utara sejak awal tahun 2024.

“Sejak awal 2024, 51 persen misi yang direncanakan UNRWA dan mitra kemanusiaannya untuk mengirimkan bantuan dan melakukan penilaian terhadap daerah-daerah di Gaza utara tahun ini tidak mendapat akses dari otoritas Israel,” kata badan tersebut di platform X, Selasa (20/2/2024) waktu setempat.

“Kerawanan pangan di utara Wadi Gaza telah mencapai batas yang sangat ekstrem,” tambah badan itu.

Dilansir Antara, badan itu juga mengungkapkan pada 17 November tahun lalu, warga di Gaza utara berada “di ambang kelaparan”.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Palestina sebelumnya pada Selasa, mendata 29.195 warganya meninggal, dan 69.170 lainnya luka-luka usai Israel menggempur Jalur Gaza, untuk merespon serangan lintas batas kelompok Palestina Hamas 7 Oktober lalu.

Setidaknya 1200 warga Israel meninggal akibat serangan Hamas tersebut.

Sekitar 85 persen warga Gaza juga mengungsi akibat serangan Israel, yang mana semuanya mengalami kerawanan pangan, menurut PBB.

Ratusan ribu orang hidup tanpa tempat berlindung, dan kurang dari setengah truk bantuan yang dapat memasuki wilayah tersebut dibandingkan sebelum konflik dimulai.

Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional. Keputusan sementara pada bulan Januari memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida dan menjamin bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.(ant/bil/ipg)

Berita Terkait

Kurs
Exit mobile version