Senin, 24 Juni 2024

Kompleks THR-TRS Diproyeksi Jadi Ruang Multifungsi, Desain Penataan Akan Disayembara

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya waktu menyidak kawasan THR-TRS untuk revitalisasi, Selasa (28/5/2024). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Pemerintah Kota Surabaya mulai merealisasikan rencana revitalisasi kawasan eks Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS) menjadi area multifungsi.

Pada Selasa (28/5/2024) siang, rombongan Pemkot Surabaya menggelar sidak dan menganalisa rencana pembangunan di kompleks tersebut.

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menjelaskan, sebagian lahan di kompleks THR dan TRS itu rencananya akan dibangun sebuah venue konser berstandar internasional yang belum dimiliki oleh Kota Pahlawan.

“Konser selama ini bayak digelar di Jakarta, salah satu sebabnya karena di Surabaya tidak ada lokasi yang mumpuni,” kata Eri kepada awak media.

Bukan hanya membangun venue untuk sarana hiburan musik, Wali Kota Surabaya itu menyebut pihaknya akan membuat saran rekreasi kolam renang. Menurut Eri, struktur bangunan di area yang akan dibangun itu masih layak untuk dibuat kolam.

“Kolam renang di sini masih ada airnya walaupun tidak dimanfaatkan sejak 2010, artinya tidak bocor bangunannya,” tutur Eri.

Kemudian gedung Srimulat yang ikonik di kompleks THR rencananya juga akan dibangun ulang dengan konsep yang lebih modern supaya lebih menarik masyarakat untuk berkunjung dan mendukung aktivitas seniman.

“Kita geser tempatnya, kita buatkan gedung (Srimulat) yang lebih modern sehingga Srimulat modern bisa tampil di situ,” jelas Eri.

Wali Kota Surabaya menyatakan bahwa konsep penataan eks THR dan TRS menjadi kompleks multifungsi bakal disayembarakan, agar masyarakat turut terlibat dalam pembangunannya.

Menurut Eri, sayembara ini sebagai ruang partisipasi pemuda Kota Surabaya untuk terlibat di dalam pelaksanaan pembangunan kota. Nantinya tiga hasil karya terbaik desain penataan THR-TRS bakal mendapat hadiah.

“Kami ingin anak muda berkontribusi, supaya ada kebanggaan pada dirinya. Khusus juara satu saya kasih Rp50 juta, syaratnya harus bisa memenuhi keinginan anak muda. Peserta sayembara harus turun untuk mengetahui kebutuhan anak muda Surabaya,” icap Eri.

Eri menyebut, tahap pembangunan kompleks itu akan mengacu pada desain milik pemenang sayembara. Namun sistem pengelolaannya dikolaborasikan dengan pihak ketiga.

Untuk merealisasikan proses pembangunan, Pemkot Surabaya sudah mengantongi penawaran dari empat investor berbeda yang siap mengelola di THR dan TRS.

“Tetapi lokasinya tidak saya kasih semua, misalnya tempat konser siapa, pengelolaan kolam renang itu siapa, dan tempat lainnya siapa,” tandasnya.(wld/iss/ipg)

Berita Terkait

Kurs
Exit mobile version