Kamis, 30 Mei 2024

Masyarakat Surabaya Keluhkan Macet dan Kerusakan Fasilitas Publik Dampak Pembangunan Saluran Box Culvert

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Perbaikan kebocoran pipa 150 mm di Manyar Indah, Surabaya yang terkena alat berat box culvert pada Jumat (19/4/2024). Foto: PDAM Surya Sembada

Radio Suara Surabaya (SS) menerima 84 laporan masyarakat pada periode 1 Februari sampai 24 April 2024 terkait dampak pembangunan saluran dengan box culvert di Kota Surabaya.

Melalui saluran telepon dan WhatsApp, mereka mengeluhkan berkurangnya lebar jalan, kemacetan, pipa gas PGN bocor, aliran air PDAM mati, tertutupnya akses keluar masuk perusahaan atau perumahan, sampai pengerjaan proyek yang mandek berbulan-bulan.

Jonathan, pendengar SS pada Sabtu (23/3/2024) mengatakan, sejak adanya pengerjaan saluran dengan box culvert di Jalan HR Muhammad, Exit Tol Satelit sampai HR Muhammad macet. “Minta tolong pemerintah kota untuk dipercepat pengerjaannya,” ujarnya.

Di hari yang sama, Sugito, pendengar juga, melaporkan Pondok Benowo Indah setiap hari macet karena proyek saluran dengan box culvert.

Kemudian, Ahmad Taufik Kurnianto, pendengar SS, melaporkan pada Sabtu (30/3/2024) dia sedang terjebak macet di Jalan Pecindilan Surabaya karena pekerjaan proyek saluran dengan box culvert dekat pertigaan.

Baca juga: Pengerjaan Box Culvert HR Muhammad hingga Akhir April, Pemkot: Mohon Pengertian Jika Macet

Titik pembangunan yang menuai komplain ada di Benowo-Babat Jerawat-Sememi, HR Muhammad, Kertajaya, Bratang, Keputih, Manyar Indah, Dukuh Kupang Barat, Ngagel Jaya Selatan, Kutisari Utara, Pecindilan, Kalianyar, Kembang Jepun, Jambangan, Dukuh Menanggal, Sumur Welut, Kebraon, Bangkingan, Kupang Jaya, Mojo Kidul, dan Rajawali.

Kemacetan di HR Muhammad, Surabaya pada Selasa (24/4/2024) imbas pengerjaan proyek saluran dengan box culvert. Foto: Maria Iskandar via WhatsApp Suara Surabaya

Kemacetan di Keputih Tegal Timur, Surabaya pada Selasa (24/4/2024) imbas pengerjaan proyek saluran dengan box culvert. Foto: Nurul Istiqomah via WhatsApp Suara Surabaya

Kerusakan pipa PDAM di Kembang Jepun, Jambangan, Kertajaya, Dukuh Menanggal, Keputih, Gayungsari, dan Dukuh Kupang Barat mengakibatkan pelanggan di wilayah sekitarnya terdampak. Keluhan yang disampaikan mulai dari aliran mengecil sampai mati total.

“Saya mau melaporkan aliran air PDAM di Gubeng Kertajaya Karangwismo sudah 14 jam tidak menyala, saya tanya ke pihak PDAM karena pipa bocor sebagai akibat pemasangan box culvert di perempatan Kertajaya,” lapor Edwyn, pendengar SS, pada Selasa (26/3/2024).

Indah, pendengar SS menceritakan, aliran air PDAM di rumah orang tuanya di Manyar Indah mati sejak Jumat tanggal 19 April 2024 akibat pembangunan saluran dengan box culvert area Manyar.

“Hari ini baru nyala, diumumkan akan mati lagi. Pihak RT menyarankan kami untuk menampung air sampai pembangunan selesai. Ini terdengar sangat tidak masuk akal mengingat pembangunan gorong- gorong akan memakan waktu sangat lama. Apakah penduduk Manyar Indah harus menderita tanpa air sampai kapan?,” kata Indah.

Baca juga: Proyek Box Culvert Berpotensi Ganggu Distribusi Air PDAM Surabaya

Kemarin, Selasa (23/4/2024), Arief Wisnu Cahyono Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya mengatakan, pembangunan saluran dengan box culvert di sejumlah titik di Kota Surabaya berpotensi menyebabkan gangguan distribusi air.

Pihaknya cukup kesulitan memetakan pengerjaan pipa yang berisiko bocor, karena jumlah proyek yang cukup banyak dan masif. Proyek yang dulu dikelola Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) kini diserahkan ke kelurahan atau kelompok masyarakat (Pokmas) setempat.

“Misalnya, hari ini terjadi kebocoran pipa dan sudah diperbaiki di titik A, kemungkinan besok akan terjadi kerusakan lagi di titik yang lain, karena pipa-pipa tersebut masih terhubung dalam satu jaringan,” ujar Arief.

Pemasangan box culvert di Kutisari Utara I Surabaya yang dikeluhkan warganya pada Kamis (3/4/2024) karena lebih tinggi dari permukaan jalan. Foto: Risky Salsabil via WhatsApp Suara Surabaya

Pada tanggal 19 Maret 2024 pipa Perusahaan Gas Negara (PGN) di Ngagel Rejo mengalami kebocoran karena pembangunan saluran dengan box culvert, sehingga pelanggan di daerah Bratang, Krukah, Ngagel Jaya Selatan, dan Ngagel Rejo terdampak.

“Menjelang sahur, aliran PGN wilayah Bratang, Krukah mati. Kemungkinan Ngagel Rejo terdampak. Informasinya,ada kebocoran pipa PGN yang terkena proyek saluran dengan box culvert,” lapor Budi Riva Oktavianto.

Menanggapi laporan ini, Punky Khoirudin Humas PGN Jawa Timur membenarkan kebocoran pipa karena pengerjaan saluran dengan box culvert di Ngagel Rejo. Petugas langsung membenahi dengan melakukan penggalian dan pengurasan.

Sementara laporan keluhan masyarakat yang terjebak kemacetan karena pembangunan gorong-gorong paling sering terjadi di ruas HR Muhammad. Sebanyak 16 dari 84 keluhan masyarakat tentang kemacetan di jalan tersebut.

“HR Muhammad ke arah PTC macet parah sampai underpass, penyebab jalan menyempit kena tumpukan box culvert dan putar balik depan sekolah,” ujar Stefanus Gunawan, pendengar SS.

Deretan laporan warga ini disusul keluhan penghuni Pondok Benowo Indah yang kesulitan keluar perumahan, kemacetan di Pecindilan, Keputih, dan Pecindilan-Kalianyar.

“Penggalian untuk saluran dengan box culvert di Keputih Tegal Timur depan rumah saya, sejak sebelum lebaran sampai hari ini belum ada finishing. Kendaraan saya tidak bisa masuk,” kata Totok, pendengar SS, pada Selasa (24/4/2024).

Rizaldy, pendengar SS, juga melaporkan akses keluar masuk kendaraan operasional perusahaannya tertutup proyek saluran dengan box culvert di Jalan Kupang Jaya.

Hal lain yang menjadi perhatian masyarakat adalah lamanya pengerjaan proyek gorong-gorong yang sedang masif dilaksanakan di hampir seluruh penjuru Kota Pahlawan. Endah Suryawati, pendengar SS melaporkan, pembangunan di Keputih Tegal Timur sejak sebelum Ramadan “ditinggalkan” dalam keadaan galiannya masih terbuka. “Baru jalan tiga meter berhenti lagi. Lah wong digali kanan dan kiri,” ujar dia.

Galian saluran dengan box culvert yg dibiarkan menganga di Jalan Mojo Kidul, Surabaya pada Minggu (7/4/2024). Foto: Tunjung via WhatsApp Suara Surabaya

Peristiwa lain yang ditengarai masih berhubungan dengan pembangunan saluran dengan box culvert adalah banjir di kawasan Dukuh Kupang, Surabaya. Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyebut proyek pengerjaan box culvert di Dukuh Kupang Barat I akan dihentikan sementara mengantisipasi hujan susulan.

“Ketika hujan, saluran-saluran kami buka lagi. Sekarang, kan, ditutup semua untuk mengerjakan saluran dengan box culvert,” katanya ditemui awak media, Jumat (5/4/2024).

Imbasnya, pengerjaan yang ditarget selesai bulan Mei atau paling lambat awal Juni itu akan molor.

Baca juga: Eri Minta Maaf Dukuh Kupang Banjir Lebih Parah, Proyek Box Culvert Disetop Sementara

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya bersama jajaran tinjau pengerjaan saluran dengan box culvert di Dukuh Kupang Barat I, Jumat (5/4/2024). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Di sisi lain, Pemerintah Kota Surabaya meyakini pembangunan saluran dengan box culvert merupakan solusi untuk banjir di daerah Dukuh Kupang dan Benowo. Eri Cahyadi berjanji banjir di kawasan tersebut akan teratasi tahun ini. Caranya dengan pembangunan saluran dengan box culvert untuk mengatasi aliran air hujan kawasan yang permukaan tanahnya lebih tinggi.

Baca juga: Selain Dukuh Kupang, Eri Janji Banjir di Benowo Teratasi Tahun Ini dengan Box Culvert

Perlu diketahui, Pada tahun 2024 ini, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi menyebutkan bahwa pembangunan saluran dengan box culvert Jalan Raya Babat Jerawat – Pakal, menggunakan anggaran sekitar Rp 45 miliar. Sedangkan untuk panjang saluran yang akan dibangun sekitar 400 meter.

Pihaknya menargetkan, sebelum musim hujan pada akhir tahun 2024, pembangunan saluran dengan box culvert dengan panjang sekitar 400 meter tersebut bisa rampung. Di sisi lain, ia juga memastikan akan membersihkan sisa kisdam ketika saluran itu rampung.

“Kisdamnya nanti juga dibersihkan semua, sehingga airnya bisa mengalir. Jadi sebelum musim hujan berikutnya, itu (box culvert) sudah siap menerima air hujan,” ujarnya.

Tak berhenti di sana, di tahun 2025, pemkot akan kembali melanjutkan proyek saluran dengan box culvert Jalan Raya Babat Jerawat – Pakal dengan panjang sekitar 1.600 meter. Panjang saluran yang akan dibangun tersebut direncanakan menggunakan anggaran Rp 250 miliar.

“Tahun depan rencana anggaran kalau saya hitung sekitar Rp250 miliar. Jadi (total) kurangnya 2 kilometer, sekarang (2024) sekitar 400 meter dan tahun depan sekitar 1.600 meter,” bebernya.

Syamsul memastikan pihaknya akan mendorong percepatan pembangunan saluran dengan box culvert Jalan Babat Jerawat – Pakal. Termasuk pula yang akan dikerjakan pada tahun 2025 mendatang.(iss/saf)

Berita Terkait

Kurs
Exit mobile version