Jumat, 19 Juli 2024

Operasi Sikat Semeru, Polsek Genteng Tangkap 15 Pelaku, Termasuk Spesialis Maling TV Red Doors

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Salah satu pencuri motor yang diamankan Polsek Genteng dari Operasi Sikat Semeru. Foto: Polsek Genteng

Sebanyak 15 pelaku pencurian yang didominasi kasus mulai curanmor diamankan Polsek Genteng Kota Surabaya dalam operasi Sikat Semeru mulai 3 hingga 14 Juni 2024 lalu.

Iptu Harsya, Kanit Reskrim Polsek Genteng mengatakan, 15 pelaku yang ditangkap merupakan pengembangan dari 18 laporan polisi (LP) yang diterima pihaknya. Terdiri dari curanmor 10 LP, curas satu LP, curat enam LP, dan satu pencurian biasa.

Dia menjelaskan modus operandi para pelaku cukup bervariasi. Salah satu tersangka bahkan hanya bermodalkan satu gunting untuk mencuri motor.

“Yang menarik disini, ada satu tersangka yang hanya menggunakan gunting dia bisa melakukan aksinya. Dia memotong kabel stop kontak kemudian disambungkan lagi, bisa dihidupkan mesinnya itu, tidak sampai satu menit. Kebetulan dia pernah bekerja di bengkel jadi tahu caranya,” ungkap Iptu Harsya kepada Radio Suara Surabaya, Selasa (25/6/2024).

Selain itu, lanjutnya, ada kejadian yang sempat viral saat nobar pertandingan Timnas U23 di Gedung Negara Grahadi, di mana satu motor jenis N-Max berhasil dicuri dan pelakunya telah diungkap oleh pihak kepolisian.

“Kemudian, ada juga pencuri yang spesialis mengambil TV di hotel Red Doors. Dia check-in dan saat check-out membawa TV dari kamar hotel. Ada empat TKP di Surabaya, dua di Sidoarjo, dan satu di Malang,” tambahnya.

Adapun para pelaku yang berhasil diamankan berasal dari berbagai wilayah, termasuk di Jalan Ambengan, Tambak Sari, dan Kebraon. Ada salah satu tersangka asal Madura yang dihakimi massa di Suramadu setelah menabrak sekolompok remaja balap liar.

“Kebanyakan memang dari Madura, meskipun ada yang ber-KTP Surabaya namun berdomisili di Madura,” kata Iptu Harsya.

Usia para pelaku berkisar antara 25-40 tahun, sebagian merupakan pemain baru dan sebagian lainnya residivis. Ada yang memang sudah sering melakukan aksi pencurian dan ada juga yang baru pertama kali tertangkap.

Motivasi utama para pelaku rata-rata adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan masalah ekonomi.”Namun ada satu yang sangat kecanduan judi online hingga nekat mencuri untuk modal berjudi,” tutur Iptu Harsya.

Terakhir dia berpesan agar masyarakat untuk selalu waspada dan parkir di tempat yang resmi serta menggunakan kunci ganda untuk mencegah aksi pencurian. Termasuk saling mengingatkan agar hal-hal yang tak diinginkan dapat dicegah.

Operasi Sikat Semeru ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku dan meningkatkan keamanan di wilayah Surabaya. Pihak kepolisian juga berkomitmen untuk terus melakukan patroli dan sweeping untuk memastikan keamanan masyarakat.

Terakhir, bagi masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan selama periode operasi tersebut, dapat melapor ke Polsek Genteng dengan membawa bukti laporan dan surat-surat kelengkapan kendaraan.

“Nanti bisa ditunjukkan bukti lapor dan surat-suratnya, jika lengkap bisa langsung dibawa pulang,” tutupnya. (bil/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Kurs
Exit mobile version