Minggu, 21 Juli 2024

Polling Suara Surabaya: Masyarakat Setuju Pertokoan di Kawasan Kota Lama Buka hingga Malam

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Hasil Wawasan Polling Suara Surabaya Media terkait setuju atau tidak toko di kawasan kota lama Surabaya buka hingga malam? Ilustrasi: Bram suarasurabaya.net

DPRD Kota Surabaya mendorong semua pertokoan termasuk pasar di area Kota Lama, buka hingga malam untuk ikut meramaikan ketika wisata baru itu diresmikan.

Zuhrotul Mar’ah anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya menyebut, reaktivasi wisata Kota Lama berarti meningkatkan daya beli masyarakat dan perekonomian sekitar.

Tapi perlu upaya bersama untuk menghidupkan semua area sekitar, tidak hanya terpusat di Kota Lama depan Jembatan Merah Plaza (JMP).

Zuhrotul menyebut, kalau bisa pertokoan di sana buka sampai malam. Jadi harus ada kerja sama antara yang punya toko di sana atau Pasar Kapasan, bukan hingga malam hari. Supaya warga saat ke sana malam-malam tetap ramai.

Semua area di Kota Lama, tak hanya Zona Eropa tapi juga Zona Pecinan atau Kya-Kya hingga Zona Arab di Ampel, diharapkan mengaktifkan kegiatan sampai malam.

Bagaimana menurut Anda, setuju atau tidak toko di kawasan kota lama Surabaya buka hingga malam?

Dalam diskusi di program Wawasan Polling Suara Surabaya pada Kamis (20/6/2024) pagi, sebagian besar masyarakat setuju jika pertokoan di kawasan Kota Lama buka hingga malam.

Dari data Gatekeeper Radio Suara Surabaya, dari total 17 pendengar yang berpartisipasi, 13 di antaranya (76 persen) setuju dengan ide pertokoan di kawasan Kota Lama buka hingga malam. Kemudian empat lainnya (24 persen) menyatakan tak setuju.

Sementara itu, dari data Instagram @suarasurabayamedia, sebanyak 325 votes (89 persen) setuju pertokoan di kawasan Kota Lama buka hingga malam. Sedangkan 40 lainnya (11 persen) tidak sepakat.

Salah satu sudut di Kota Lama Surabaya yang siap menjadi lokasi wisata baru di Kota Pahlawan. Foto: Diskominfo Kota Surabaya

Menyikapi hal tersebut Hidayat Syah Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya mengatakan bahwa usulan tersebut sangat positif. Hanya saja, perlu dikoordinasikan dengan pihak terkait.

“Mereka harus mempelajari apakah jika dibuka hingga malam apakah akan laku atau tidak. Juga faktor keamanannya. Makanya kami harus bicara dengan pihak terkait dulu. Baik instansi maupun pemilik toko,” ujar Hidayat Syah ketika on air di Radio Suara Surabaya, Kamis pagi.

“Kalau demand sudah ada, otomatis tanpa imbauan pun mereka akan buka (sampai malam). Tinggal nanti mengatur jamnya saja,” imbuh Hidayat.

Hidayat menjelaskan, pihaknya terus memantau bagaimana progres Kota Lama ini. Sebab, dari pengamatan hingga saat ini, lokasi ini selalu ramai pengunjung tiap malam. Pun saat weekday.

“Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan pemilik gedung di Jalan Rajawali dan di Kembang Jepun. Ada banyak gedung yang bisa dimanfaatkan. Kami juga mempertemukan mereka (pemilik gedung) dengan investor. Maksudnya jika mereka mereka (investor) mau sewa itu seperti apa. Sekarang ini dalam proses transaksi,” sebutnya.

Hidayat menambahkan, kawasan Kota Lama Surabaya dibagi menjadi tiga; Eropa, Pecinan, dan Arab. Dari ketiga zona itu, Zona Arab disebut yang paling siap. Sebab di sana ada Wisata Religi Ampel yang selalu ramai pengunjung.

“Terus yang di Kembang Jepun ini harus ada penanganan. Jadi nanti kami diskusikan bersama-sama. Dan ini sudah mulai kami tata kawasannya. Tinggal nanti minat orang membuka usaha di sana. Termasuk juga di Rajawali. Selain itu di sana juga ada lorong-lorong yang juga bisa dimanfaatkan,” jabarnya.

Salah satu pekerjaan rumah yang sedang dikerjakan adalah mengintegrasikan kawasan Rajawali yang saat ini sudah ramai, dengan kawasan Kembang Jepun.

Hidayat berharap, para pengunjung yang sudah menikmati kawasan Rajawali, dapat juga singgah di kawasan Kembang Jepun.

“Pak Wali kan sudah menyiapkan becak listrik, sepeda kuno, hingga mobil jip kuno. Nanti wisatanya akan menghubungkan tiga zona itu. Selain itu, setiap bulan juga kami mengisinya dengan atraksi-atraksi,” terangnya.

Dengan adanya wisata Kota Lama di Surabaya ini, Hidayat mengajak seluruh masyarakat dan stakeholder untuk saling menjaga dan tidak merusak infrastruktur di sana. “Sehingga bisa dinikmati bersama-sama,” sebutnya. (saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Kurs
Exit mobile version