Jumat, 19 Juli 2024

Rapat Kabinet Paripurna, Jokowi Presiden Ingatkan Pentingnya Stabilitas Ekonomi dan Politik

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Jokowi Presiden membuka Rapat Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/6/2024). Foto: Farid suarasurabaya.net

Joko Widodo Presiden, Senin (24/6/2024), memimpin Rapat Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta.

Hadir dalam rapat antara lain para menteri koordinator, Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan sekaligus Presiden Terpilih periode 2024-2029, dan Sri Mulyani Indrawati Menteri Keuangan.

Dalam pidato pengantar rapat, Presiden menjelaskan, ekonomi dunia sekarang dalam kondisi yang tidak pasti, ditambah konflik yang meningkat terutama di kawasan Timur Tengah.

Hal tersebut membuat inflasi dunia meninggi, depresiasi nilai tukar terus menekan ekonomi semua negara.

Maka dari itu, RI 1 menginstruksikan semua kementerian dan lembaga betul-betul mencermati kondisi global, dan kondisi perekonomian nasional.

“Saya ingin ingatkan semua kementerian dan lembaga agar betul-betul mencermati, kondisi-kondisi global, kondisi ekonomi nasional kita. Stabilitas politik, stabilitas mata uang, dan peningkatan produktivitas sangat penting,” ujarnya.

Di sisi lain, Jokowi mengaku bersyukur karena daya saing Indonesia bisa meningkat cukup signifikan.

Berdasarkan data IMD World Competitiveness Center, daya saing Indonesia naik dari posisi ke-34 menjadi posisi 27.

Peringkat Indonesia lebih baik dari Inggris yang berada di rangking ke-28, Malaysia di rangking ke-34, Jepang rangking ke-38, Filipina di rangking ke-52, dan Turki di urutan ke-53.

Lebih lanjut, Presiden menyinggung empat hal yang masih mendapat nilai lemah terkait ketersediaan infrastruktur.

Yaitu, infrastruktur bidang kesehatan, bidang pendidikan, bidang sains dan bidang teknologi.

“Saya kira dua hal kesehatan dan pendidikan harus jadi fokus utama pemerintah ke depan,” tegas Kepala Negara.

Kemudian, Jokowi secara khusus mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas politik.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berharap tidak ada turbulensi politik, dan transisi dari pemerintah sekarang ke pemerintahan berikutnya mulus.

Dia juga memerintahkan jajarannya menyampaikan isu-isu yang positif supaya pasar yakin perekonomian Indonesia di posisi yang baik.(rid/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Kurs
Exit mobile version