Rabu, 19 Juni 2024

Sekjen PBB Mengutuk Serangan Israel ke Kamp Pengungsi di Rafah

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Sedikitnya 30 warga Palestina, termasuk anak-anak, meninggal dunia akibat serangan tentara Israel terhadap tenda-tenda pengungsi yang tinggal di dekat gudang UNRWA di Rafah, Gaza pada 27 Mei 2024. Foto: Anadolu

Antonio Guterres Sekjen PBB mengecam keras serangan Israel ke sebuah kamp pengungsi di Rafah, yang menewaskan 45 warga Palestina.

Guterres juga telah mengutuk keras serangan udara Israel pada Minggu (26/5/2024) di Rafah yang menghantam tenda-tenda yang dihuni oleh para pengungsi.

Dia sangat terpukul melihat para korban yang tewas dan terluka, termasuk banyak korban anak kecil, ungkap Stephane Dujarric juru bicara (jubir) Guterres, dalam sebuah pernyataan.

Seperti yang telah dikatakan Guterres sebelumnya, prahara dan penderitaan tersebut harus segera dihentikan, sebut pernyataan itu.

“Guterres kembali menegaskan permintaannya untuk gencatan senjata sesegera mungkin dan pembebasan semua sandera secepatnya dan tanpa syarat. Dia mengingatkan kembali perintah terbaru Mahkamah Internasional, yang bersifat mengikat dan harus dipatuhi,” ujar pernyataan tersebut dilansir Antara, Kamis (30/5/2024).

Mahkamah Internasional telah memerintahkan Israel untuk menghentikan serangan militernya di Rafah.

Otoritas Israel harus mengizinkan, memfasilitasi, dan memungkinkan pengiriman bantuan pasokan kemanusiaan secara cepat, aman, dan tanpa hambatan kepada mereka yang membutuhkan dan semua titik penyeberangan harus dibuka.

Organisasi-organisasi kemanusiaan harus memiliki akses kemanusiaan yang penuh, cepat, aman, dan tanpa hambatan guna menjangkau semua warga sipil yang membutuhkan di seluruh Gaza, kata pernyataan itu.

“Kita harus bekerja dengan cepat untuk memulihkan keamanan, martabat, dan harapan bagi penduduk yang terdampak. Hal ini akan membutuhkan upaya-upaya mendesak agar dapat mendukung dan memperkuat pemerintah Palestina yang baru serta lembaga-lembaganya, termasuk mempersiapkan Otoritas Palestina untuk mengambil alih tanggung jawabnya di Gaza. Kita juga harus bergerak maju dengan langkah-langkah nyata dan bersifat permanen guna menciptakan sebuah spektrum politik,” menurut pernyataan tersebut. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait

Kurs
Exit mobile version