Kamis, 20 Juni 2024

Tangani Banjir di Surabaya Barat, Pemkot akan Bangun Tanggul hingga Bozem

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya waktu meninjau lokasi terdampak banjir di Jalan Pakal Madya Barat, Minggu (18/2/2024). Foto: Wildan suarasurabaya.net Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya waktu meninjau lokasi terdampak banjir di Jalan Pakal Madya Barat, Minggu (18/2/2024). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Pemerintah Kota Surabaya mulai berbenah untuk menangani bencana banjir yang melanda wilayah Barat Kota Pahlawan itu. Sebab ketinggian air pada Sabtu (17/2/2024) malam kemarin mencapai sekitar 70 centimeter.

Bahkan luapan air masuk sampai ke rumah-rumah warga di Jalan Pakal Madya Barat. Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyatakan, pihaknya akan membangun tanggul sungai, meninggikan jalan, hingga membuat bozem baru untuk mencegah luapan air meluber ke pemukiman.

Pemkot Surabaya akan membuat tanggul di sungai yang mengalir di kawasan Pakal Madya Barat. Sebab aliran sungai itu menjadi terusan pembuangan air dari Kabupaten Gresik.

Rencananya tanggul sungai permanen itu dibangun sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer. Dengan ketinggian satu meter lebih, namun bakal menyesuaikan ketinggian volume air yang masih dalam perhitungan.

“Karena ini buangan air dari Gresik maka akan kami siapkan tanggul full kanan kiri, jadi nanti air luberan ini tidak keluar ke rumah warga,” kata Eri Cahyadi Minggu (18/2/2024) pagi.

Petugas nampak membersihkan tumpukan ranting di sungai yang mengalir di dekat pemukiman Pakal Madya Barat, Minggu (18/2/2024). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Tidak hanya itu, Pemkot Surabaya telah berkoordinasi dengan Citraland untuk lahan terkategori PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas umum) supaya difungsikan menjadi bozem baru.

Bozem di kawasan Citraland itu, lanjur Eri, guna menampung aliran air untuk sementara waktu. Agar alirannya tidak meluber langsung ke wilayah Pakal Madya Barat.

“Yang kedua untuk di wilayah Pakal ini ada tanah dari Citraland akan kita buatkan bozem untuk menampung air sehingga tidak langsung ke rumah warga tapi ke bozem,” tutur Eri.

Kemudian Pemkot Surabaya juga meninggikan Jalan di Pakal Madya Barat dan Jalan Raya Tengger. Eri menyebut wilayah Surabaya Barat kini masuk ke dalam skala prioritas penanganan banjir.

“Kita punya skala prioritas, selesaikan perkampungan yang banjir, tidak semuanya,” katanya.

Sementara itu Syamsul Hariadi Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya menyatakan proyek pembuatan tanggul dan peninggian jalan ditargetkan dalam jangka waktu satu bulan.

“Tanggul insyaallah satu bulan. Pertama kita tanggul darurat dulu pakai sandbag tadi, kemudian nanti kita kerjakan yang permanen. Yang penting area sini kita prioritaskan dari hulu dulu,” katanya.

Sedangkan untuk peninggian jalan dengan cara overlay di wilayah Jalan Raya Tengger ke arah Kandangan dilakukan sekitar 30-50 centimeter dengan panjang sekitar 500 meter.

“Yang Tengger itu dikerjakan swakelola. Nanti prosesnya diuruk dulu lalu kita padatkan. Insyallah semua selesai dengan peninggian jalan,” katanya.

Sementara jalan di Jalan Pakal Madya Barat ditinggikan sekitar 20-30 centimeter dengan panjang jalan sekitar 200 meter.

“Tetep overlay ini. Kita tinggikan sekalian juga kita lebarkan karena dipinggir-pinggir ini belum diaspal. Sehingga jalan itu lebarnya sampai ke saluran, sehingga airnya bisa masuk ke saluran enggak ngendon di pinggir gini,” tuturnya.(wld/iss)

Berita Terkait

Kurs
Exit mobile version