Minggu, 26 Mei 2024

Wanita Paruh Baya di Surabaya Alami Perampokan dan Dugaan Pelecehan

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Toko milik korban di beri garis polisi setelah dilakukan olah TKP di kawasan Simo Jawar, Sukomanunggal, Kamis (18/1/2024). Foto: Wildan suarasusurabaya.net

Peristiwa perampokan dan pelecehan seksual dialami oleh wanita inisial TYC (55 tahun), warga Simo Jawar, Sukomanunggal, Surabaya pada, Rabu (17/1/2024) dini hari.

Korban yang juga pemilik toko kelontong itu mengaku peristiwa yang dialaminya terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Wanita paruh baya itu menyebut, pelaku menjebol tembok rumahnya yang berdempetan dengan bangunan bekas pabrik yang lama tidak beroperasi.

Setelah berhasil menjebol rumah korban dan masuk ke dalam, pelaku lantas mencari saklar lampu untuk dimatikan supaya aksi perampokannya tidak ketahuan.

“Rumah saya dekat sama pabrik kosong, saat kejadian lampu dimatikan,” kata TYC di Mapolrestabes Surabaya kemarin.

Namun, pelaku justru berpapasan dengan korban. Dia langsung mendekatinya dan menyergap korban, lalu mengikat kedua tangannya dengan sebuah tali.

TYC juga mengaku sempat diancam pelaku agar tidak berteriak meminta pertolongan. Namun, korban terus melawan hingga merasa sudah tidak berdaya.

“Katanya (pelaku) jangan berteriak, jangan minta tolong, awas. Bagaimana mau minta tolong, tangan (diikat) dan mulut saya (disumpal) seperti itu,” jelasnya.

Korban lalu diminta pelaku untuk menunjukkan di mana barang berharga miliknya disimpan. Namun TYC tidak menggubris perintah pelaku.

“Pelakunya nemuin sendiri, smartphone sama Nokia, terus ambil uang Rp250 ribu di dompet, sama ATM. Ambil dua (bungkus) rokok sama kricikan (uang koin) juga,” ujarnya.

Korban tidak begitu ingat berapa lama peristiwa perampokan itu berlangsung. Namun TYC mengaku sempat dilecehkan pelaku dan ia terus memberontak.

“Tangan saya bekas ngelawan dan ditali akhirnya bengkak, terus muka saya juga lebam, ini mata saya merah dipukul sama pelaku,” tutur korban.

TYC juga tidak hafal dengan ciri-ciri spesifik pelaku, korban hanya ingat kalau pria yang menerobos rumahnya itu berperawakan kurus.

“Sekilas lihat, badanya kena cahaya, orangnya kurus, agak tinggi. Detailnya saya nggak tahu,” katanya.

Sementara itu, AKBP Hendro Sukmono Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya menyatakan peristiwa yang dialami korban TYC sudah dilaporkan ke Polsek Sukomanunggal dengan perkara pelecehan.

“Yang dilaporkan peristiwa pencabulan. Maka diantarkan korban oleh polsek ke polrestabes,” kata Hendro ditemui di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (18/1/2024) hari ini.

Namun ketika korban diperiksa dan menceritakan peristiwa yang dialami, keterangan korban tidak konsisten. Sehingga, Polrestabes Surabaya melakukan olah TKP.

“Setelah didatangi ternyata ada dugaan peristiwa lain, namun ada beberapa barang yang hilang dan ada akses masuk, jendela, pagar sebelah dan pintu yang rusak,” ujar Hendro.

Setelah dimintai klarifikasi ulang, TYC mengaku ada tindak pencurian dengan kekerasan yang dia alami. Hendro menyatakan penyidik terus melakukan pendalaman berdasarkan hasil olah TKP.

“Dan waktu yang bersamaan korban melaporkan peristiwa 365 tersebut. Sudah diidentifikasi beberapa barang bukti yang ada di TKP kemudian hari ini sudah diinterogasi. Hari ini dilakukan kembali olah TKP untuk optimalisasi beberapa hal yang kami tajamkan,” tandas Hendro. (wld/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Bus di Trowulan Mojokerto

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Kurs
Exit mobile version