Rabu, 29 Mei 2024

China Tentang Usulan Penjualan Senjata AS ke Taiwan

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Mao Ning Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China saat menyampaikan keterangan kepada media di Beijing, China pada Jumat (23/02/2024). Foto: Antara

Mao Ning Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China menentang “potensi” penjualan senjata Amerika Serikat (AS) senilai 75 juta dolar AS (sekitar Rp1,16 triliun) kepada Taiwan, dan menyebutnya sebagai langkah yang akan melemahkan kedaulatan dan kepentingan keamanan China.

“Penjualan senjata AS ke wilayah Taiwan China sangat melanggar prinsip satu-China dan tiga komunike bersama China-AS, terutama ketentuan Komunike 17 Agustus 1982,” kata Ning dalam konferensi pers rutin di Beijing, Sabtu (24/2/2024), dilansir Antara.

Katanya, penjualan semacam itu melemahkan kedaulatan dan kepentingan keamanan China, serta merugikan hubungan AS-China dan perdamaian serta stabilitas di Selat Taiwan.

Sedangkan, Departemen Luar Negeri AS dilaporkan menyetujui potensi penjualan pembaruan sistem tautan data taktis canggih yang direncanakan kepada Taiwan.

“China selalu dengan tegas menentangnya. Kami mendesak AS untuk sungguh-sungguh mematuhi prinsip satu China dan ketentuan tiga komunike bersama China-AS, berhenti menjual senjata ke Taiwan dan terlibat kontak militer dengan Taiwan, serta berhenti menciptakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan ketegangan di Selat Taiwan,” kata dia.

Lebih lanjut, juru bicara Kemlu China mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah-langkah “kuat dan tegas” untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorialnya.

Dia juga buka suara terkait pertanyaan mengenai komentar anggota parlemen AS bahwa Washington akan terus mendukung Taiwan, siapa pun yang akan menjadi presiden AS berikutnya. Mao Ning menyatakan bahwa Beijing menolak campur tangan AS dalam urusan Taiwan dalam bentuk dan dengan dalih apapun.”

“Taiwan adalah bagian integral dari wilayah China. China menentang segala bentuk interaksi resmi antara AS dan otoritas Taiwan, dan menolak campur tangan AS dalam urusan Taiwan dalam bentuk dan dengan dalih apapun,” tambah dia.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa negaranya mendesak AS untuk memperhatikan “kompleksitas dan sensitivitas ekstrem dari permasalahan Taiwan, menghentikan kontak resmi dengan Taiwan, dan berhenti mengirimkan sinyal yang salah kepada “pasukan separatis” untuk “kemerdekaan Taiwan.” (ant/sya/bil/ipg)

Berita Terkait

Kurs
Exit mobile version