Kamis, 25 Juli 2024

Ketua KPPS Ngagel Surabaya yang Meninggal, Sempat Pingsan di TPS Saat Penghitungan Suara

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Fauziah Kadir (52 tahun) istri Joko Budiono Ketua KPPS TPS 42 Ngagel Rejo yang meninggal dunia saat ditemui di rumah duka, Jumat (16/2/2024). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Joko Budiono (51 tahun) Ketua KPPS TPS 42 Ngagel Surabaya sempat pingsan saat penghitungan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) Rabu (14/2/2024) pukul 15.00 WIB sebelum dinyatakan meninggal dunia hari ini, Jumat (16/2/2024).

Menurut Enny Chris Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Ngagel Rejo Surabaya, Joko pingsan di tengah penghitungan suara.

“Saya diberi informasi Pak RW ditelepon di-WA, jam 15.45 WIB sore. Kemudian saya telepon, saya dikabari kalau beliau pingsan saat perhitungan suara. Gak tahu perhitungan suara apa, entah itu masih presiden atau (apa), belum tahu pasti. Tapi itu saat dia bekerja, menunaikan tugasnya,” bebernya ditemui suarasurabaya.net di rumah duka Joko Budiono, Jumat (16/2/2024) siang.

Joko langsung dibawa rekan-rekan KPPS di TPS tempat ia bertugas, ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya hari itu juga.

“Beliau dibawa ke RSUD Dr. Soetomo masuk IRD (Instalasi Rawat Darurat), posisi pingsan, di ruang intensif dapat perawatan khusus. Malamnya saya telepon Pak RW, posisi masih pingsan,” tambahnya.

Menurut informasi yang diterima dari orang sekitar Joko, lanjut Enny, almarhum baru sembuh dari sakit beberapa hari sebelum bertugas menjadi ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

“(Pak Joko) ikut (skrinning kesehatan sebelum jadi KPPS). Meninggal tadi kalau kata Pak RW, gula darah tinggi sampai tidak bisa diukur,” imbuhnya.

Selama menjadi KPPS, sambungnya, setiap petugas mendapat bantuan vitamin dan lainnya.

“Ada dapat, susu, vitamin. Ada anggarannya. Berupa biaya operasional. Biaya uang,” tandasnya.

Terpisah, Fauziah Kadir (52 tahun) istri Joko menyebut, suaminya memang sempat sakit sejak 27 Januari 2024 lalu.

“Mulai sakit sudah istirahat di rumah, mulai tanggal 27 Januari itu. Panas-panas (demam). gak lapor (ke PPS). Tahunya diabetes ketika kemarin cek darah lengkap,” katanya.

Tapi saat cek kesehatan atau skrining syarat menjadi KPPS, Joko sehat, dan lolos.

“Pas skrinning itu kan normal, aman, mangkanya dia bisa lolos,” tandasnya. (lta/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Kurs
Exit mobile version