Kamis, 20 Juni 2024

PDIP Akui Merayu Khofifah untuk Pilkada Jawa Timur 2024

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa saat tausiah dalam acara Launching Program Ramadan Genzi di Masjid Al Akbar Surabaya, Minggu (10/3/2024). Foto: Firman Magang suarasurabaya.net Ilustrasi - Khofifah Indar Parawansa saat tausiah dalam acara Launching Program Ramadan Genzi di Masjid Al Akbar Surabaya, Minggu (10/3/2024). Foto: Firman Magang suarasurabaya.net

Dewan Pengurus Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD PDIP) Jawa Timur (Jatim) sedang merayu Khofifah Indar Parawansa terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

“PDIP lagi merayu Mbak Khofifah,” ujar Said Abdullah Ketua DPD PDIP Jatim dilansir Antara, Minggu (31/3/2024).

Namun, anggota DPR RI itu mengaku prosesnya tidak dalam koridor dukung-mendukung, melainkan baru penjajakan sejauh mana pandangan Khofifah Indar Parawansa ke PDIP.

“Begitu juga sebaliknya, PDIP mengajak Mbakyu Khofifah seperti apa yang beliau mau dalam lima tahun ke depan,” ucapnya.

Buya Said, juga mengaku telah bertemu dan berbagi informasi dengan Khofifah beberapa waktu lalu membahas bagaimana Jatim ke depan, termasuk positioning Khofifah.

Selain itu, pihaknya juga mengaku tela duduk bersama dengan pengurus Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN) tingkat Jatim.

“Jujur, kami punya respek betul ke Mbakyu Khofifah,” tuturnya.

Mengenai kader PDIP yang disiapkan untuk bertarung pada Pilkada Jatim 2024, Said menyampaikan partainya memiliki banyak kader untuk dicalonkan, baik sebagai calon gubernur maupun calon wakil gubernur.

Ketika disinggung namanya sendiri untuk maju di Pilkada Jatim, Said menegaskan bahwa dirinya saat ini fokus menjadi pelayan petugas partai.

“Kalau saya maju itu bajunya tidak pas. Sekarang saya tugasnya melayani petugas partai dan ingin berbuat sebaik-baiknya di mana pun selama ditugasi partai maupun ketua umum,” katanya.

Sementara itu, mekanisme yang dilakukan PDIP untuk mencalonkan kepala daerah juga tetap dilakukan sebagaimana aturan internal yang berlaku.

Mekanismenya, lanjut Said, diawali penjaringan oleh DPD, kemudian dipublikasi, lalu rapat tingkat daerah, hingga dibahas dan diusulkan ke DPP.

Berikutnya, DPP melakukan rapat khusus, baru kemudian ke Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.(ant/man/saf/ipg)

Berita Terkait

Kurs
Exit mobile version