ROAD TO BALAI KOTA

Ini Popularitas Kandidat Cawali Surabaya Hasil Pantauan Big Data IPOL

Laporan Denza Perdana | Kamis, 14 November 2019 | 21:56 WIB
Petrus CEO IPOL dalam konferensi pers hasil survei IPOL di Surabaya, Kamis (14/11/2019). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - IT Research and Politic Consultan (IPOL) Indonesia, salah satu lembaga survei di Indonesia, memaparkan popularitas sejumlah kandidat Calon Wali Kota Surabaya lewat pantauan big data dari media daring dan media sosial.

IPOL melakukan survei popularitas ini dengan program Intelligent Dynamic Signal (IDS). Melalui program itu, IPOL mengcrawling data open sources di media daring dan media sosial yang dinamis dan bersifat real-time.

Hasilnya, Pemilihan Wali Kota Surabaya memang menjadi yang paling banyak diberitakan di media daring dan media sosial. Ini tidak terlepas dari sosok Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya.

IPOL menemukan, perhatian publik atas kandidat yang layak menggantikan Risma cukup besar dan sering dibincangkan di media online maupun media sosial. Terutama isu tentang nama-nama yang maju Pilwali Surabaya 2020.

Beberapa nama kandidat yang muncul hasil crawling IPOL dengan IDS, antara lain Whisnu Sakti Buana (Wakil Wali Kota Surabaya), KH. Zahrul Azhar (Gus Hans/Sekjen Jaringan Kiai Santri Nasional), Ery Cahyadi (Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya).

Selain itu, IPOL juga mendapati nama seperti Wahyuddin Husein (Tokoh Nahdatul Ulama dan Ketua DPC PKB Surabaya), Ngatmisih (Mantan Kepala BPN Bangkalan), Dhimas Anugrah (Politisi Muda PSI), Armudji (Anggota DPRD Jatim) dan Lia Istifhama (kader PPP keponakan Khofifah Indar Parawansa).

Petrus Hariyanto CEO IPOL Indonesia mengatakan, berdasarkan analisa rekam jejak masing-masing tokoh itu, ada sejumlah nama paling potensial untuk Pilwali Surabaya 2020.

Whisnu Sakti Buana, kata dia, adalah kandidat dengan popularitas tertinggi. Mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu diekspos 43 persen dari total ekspos calon yang ada dua bulan terakhir.

Selanjutnya, Ery Cahyadi Kepala Bappeko Surabaya. Tokoh yang kerap diberitakan punya kedekatan dengan Tri Rismaharini itu diekspos 21 persen dari total bakal calon Pilwali Surabaya lainnya.

"Rekam jejak antara Whisnu Sakti Buana dengan Ery Cahyadi sedikit berbeda, terutama kalau dikaitkan dengan Risma. Whisnu sempat diterpa rumor tidak harmonis dengan Risma 2011 silam soal perhitungan nilai sewa reklame," ujarnya.

Sedangkan Eri Cahyadi, menurut survei IPOL, mendapat dampak positif dari pemberitaan media massa yang mencitrakan pria itu sebagai tokoh yang sering mendampingi Risma di berbagai acara.

"Secara positif, ini berpotensi mempengaruhi popularitas Eri Cahyadi di mata masyarakat," katanya.

Petrus mengatakan, ada kandidat calon alternatif yang ditemukan Tim IPOL di lapangan, untuk Pilwali Surabaya 2020 mendatang. Kandidat itu adalah Harianto alias Cak Har Ketua Peradi Surabaya.

"Dalam bursa pencalonan Pilwali Surabaya di Partai Nasdem, nama Cak Har masuk tiga besar nama yang akan diusung Nasdem sebagai Bakal Calon Wali Kota Surabaya," katanya.(den/tin)
Editor: Anggi Widya Permani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.