ROAD TO ISTANA

Tim Panelis Masih Merumuskan Pertanyaan Debat Capres Jilid Kedua

Laporan Farid Kusuma | Senin, 11 Februari 2019 | 14:20 WIB
Ilustrasi. Desain grafis: Tim grafis suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Jelang pelaksanaan debat calon presiden jilid kedua, sejumlah ahli dan pakar yang tergabung dalam tim panelis masih merumuskan bahan pertanyaan untuk dieksplorasi oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto calon presiden.

Sudharto Hadi koordinator panelis mengatakan, dari Jumat pekan lalu pihaknya mendengarkan masukan dari masyarakat sipil kemudian didiskusikan dengan para pakar serta pemangku kepentingan.

"Sabtu malam kami sudah merumuskan draft pertanyaan-pertanyaan berkaitan lima tema debat itu. Kami juga mendengarkan masukan dari masyarakat untuk mempertajam isu-isu yang akan didebatkan," ujarnya, Senin (11/2/2019).

Pakar lingkungan dari Universitas Diponegoro (Undip) itu menjelaskan, draf pertanyaan yang sudah dirumuskan, akan dirinci lagu oleh seluruh tim panelis sebelum diserahkan kepada moderator debat dengan disaksikan Pimpinan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Tapi, Sudharto menegaskan pihaknya belum menentukan berapa soal yang akan diberikan panelis kepada Jokowi dan Prabowo saat berdebat.

"Kami sudah siapkan isu prioritas, nanti akan kami matangkan hari Jumat dan Sabtu sebelum pelaksanaan debat," katanya.

Sekadar diketahui, debat kedua jelang pilpres 2019 akan digelar di Hotel Sultan, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Minggu (17/2/2019) malam.

Debat kedua merupakan debat antarcapres dengan tema energi, pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur.

Nantinya, debat antara Joko Widodo versus Prabowo Subianto akan dipandu oleh Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki selaku moderator.

Ada tujuh panelis debat kedua yang sudah mengonfirmasi kesediaannya terlibat dalam rangkaian proses pemilihan presiden periode 2019-2024.

Selain Sudharto P Hadi pakar lingkungan Universitas Diponegoro (Undip), ada Joni Hermana Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Arif Satria Rektor IPB, dan Nur Hidayati Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).

Kemudian, Irwandy Arif ahli pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB), Ahmad Agustiawan pakar energi Universitas Gadjah Mada (UGM), , serta Dewi Kartika Sekretaris Jenderal Konsorsium Pengembangan Agraria. (rid/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.