ROAD TO ISTANA

Temukan 1.261 Indikasi Kecurangan Pilpres, BPN Laporkan ke Bawaslu

Laporan Muchlis Fadjarudin | Minggu, 21 April 2019 | 08:00 WIB
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menemukan ribuan indikasi kecurangan pemilu di berbagai daerah di Indonesia. Tim advokasi BPN telah melayangkan laporan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Data yang sudah masuk ada 1.200 kasus yang mencerminkan indikasi kecurangan. Ini kami laporkan ke Bawaslu dan pihak-pihak lain," ujar Hashim Djojohadikusumo Direktur Komunikasi dan Media BPN di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Sabtu (20/4/2019).

Sementara Ferry Mursyidan Baldan Direktur Relawan BPN menimpali pernyataan Hashim kalau jumlah laporan dugaan kecurangan bertambah atau tidak hanya 1.200, tapi ada 61 laporan lagi.

"Tidak hanya 1.200, tapi hari ini ada 61 lagi. Jadi sudah ada 1.261 laporan dugaan kecurangan itu," tegas Ferry.


Hashim mengatakan dugaan kecurangan pemilu ditemukan di tingkat TPS baik dalam proses pemungutan suara dan penghitungan suara.

"Ada kertas suara digotong ke tempat yang tidak representatif, ada petugas KPPS nyoblos sendiri kertas suara hingga muncul angka yang fantastis," jelas Hashim.‎

Untuk itu, Hashim menegaskan, BPN Prabowo-Sandi mendorong KPU dan Bawaslu untuk ambil langkah tegas untuk menciptakan pemilihan yang jujur dan adil.

"Kami menghargai segala kerja keras yang dilakukan oleh KPU dan Bawaslu. Kami yakin KPU dan Bawaslu terdiri dari orang-orang yang bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara, serta menjunjung tinggi sumpah jabatan untuk menegakkan demokrasi di Indonesia," jelasnya.

Sudirman Said Direktur Materi dan Debat BPN mengatakan dugaan kecurangan yang terjadi pada pemilu 2019 sangat menghawatirkan. Menurutnya kecurangan bisa membahayakan demokrasi.

"Jadi kecurangan ini menjadi warning, bahwa jangan sampai bangsa ini jatuh kepada proses menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan," kata Sudirman.(faz/ang)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA