Rabu, 26 Februari 2020

Film Anak Garuda Siap Beri Inspirasi 16 Januari 2020

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Gala premiere film Anak Garuda di Bioskop XXI Tunjungan Plaza, Surabaya pada Selasa (3/12/2019) malam. Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Film Anak Garuda siap memberi inspirasi pada khalayak Indonesia pada 16 Januari 2020. Ini disampaikan I Wayan Kartika salah satu alumni SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) saat gala premiere film ini di Bioskop XXI Tunjungan Plaza, Surabaya pada Selasa (3/12/2019) malam.

Dengan kursi teater yang hampir penuh, penonton dibuat tertawa dengan aksi lucu para bintang muda yang memerankan kisah Tujuh Alumni SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) itu. Wayan mengaku terharu, film yang juga bercerita tentang dirinya ini ditonton banyak orang di bioskop.

“Terharu. Meneteskan air mata. Karena film ini betul-betul real story. Bagaimana adik-adik yang ada di SPI itu kita belajar untuk bertransformasi itu seperti apa, memperjuangkan impian. Jadi inget semua,” ujar Wayan ketika ditemui usai pemutaran.


I Wayan Kartika salah satu alumni SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) saat gala premiere film ini di Bioskop XXI Tunjungan Plaza, Surabaya pada Selasa (3/12/2019) malam. Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Ia berharap, film ini bisa menginspirasi seluruh anak muda yang ada di Indonesia. Ia mengklaim, film ini bukan sekedar film biasa. “Tapi saya rasa ini penuh inspirasi bagi generasi milenial. Wajib nonton ini,” katanya.

Sebagai informasi, Film kedua yang bercerita tentang SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) ini digarap oleh penulis Alim Sudio dan sutradara Faozan Rizal, serta dituntun oleh aktor Verdi Solaiman selaku produser.


Adegan dalam film Anak Garuda. Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Film yang akan rilis pada awal 2020 ini bercerita tentang perjuangan tujuh alumni Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) yang berhasil bangkit dari keterpurukan. Mereka akhirnya mampu mengelola divisi usaha di sekolah SPI dengan omzet miliaran rupiah.

Ketujuh alumni inspiratif itu adalah Olfa, Robet, Yohana, Dila, Sayyidah, Wayan, dan Sheren. Berawal dari latar belakang keluarga miskin bahkan yatim-piatu, mereka belajar membangun tim dan persahabatan di Sekolah SPI. (bas/iss/ipg)

Berita Terkait