Sabtu, 24 Februari 2024

Pemkot Surabaya Sudah Beri Subsidi Ongkos Kirim untuk Menekan Lonjakan Bapok

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Haris penjual cabai di Pasar Genteng Surabaya, Senin (4/12/2023). Foto: Meilita suarasurabaya.net Haris penjual cabai di Pasar Genteng Surabaya, Senin (4/12/2023). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Tingginya harga bahan pokok (bahan pokok) terutama cabai rawit dan cabai merah di berbagai daerah termasuk di Surabaya menjadi catatan Zulkifli Hasan Menteri Perdagangan (Mendag) RI.

Kalau tidak segera stabil, Mendag menginstruksikan semua kepala daerah memberikan subsidi ongkos pengiriman pakai dana tidak terduga.

Ternyata, sebelum ada instruksi itu, Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya sudah memberikan subsidi ongkos kirim dari daerah penghasil untuk dibawa ke Surabaya.

“Kami sudah koordinasi menyiapkan harga (stabil). Surabaya ini penampung, bukan penghasil. Jadi, yang kami lakukan, subsidi transportasi, tapi kalau tempat ambil (bahan pokok) sudah tinggi (harganya) kami jualnya sama seperti dari tempat ambilnya. Itu yang kami maksimalkan (subsidi ongkos kirim),” beber Eri dikutip pada Selasa (5/12/2023).

Dia memastikan stok seluruh bahan pokok aman. Tapi, stabilisasi harga masih diupayakan terutama cabai.

“Sembako beras tetap, karena kami punya warung TPID (menjual) beras, gula, minyak. Kami buka seluruh pasar harga sama, HET (Harga Eceran Tertinggi). Jadi, bisa beli ke situ. Insya Allah terjaga,” tandasnya.

Sementara itu, Dewi Soeriyawati Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya memastikan keberadaan warung TPID untuk memonitor harga beras dan gula agar tidak terjadi lonjakan.

“Warung TPID sebagai monitor harga jual beras dan gula di pasar, untuk support Minyak Kita langsung kami distribusikan ke pedagang,” tegasnya.

Diketahui, dalam inspeksi mendadak (sidak) kemarin, Senin (4/12/2023), Zulhas menyimpulkan semua harga bapok di Surabaya normal selain dua komoditas yang jadi catatan.

Beras masih tinggi meski berhenti tidak terus melonjak, namun cabai rawit dan cabai merah menurutnya terlalu tinggi sama seperti daerah lain Rp100.000 per kilogramnya.

“Kalau terus-menerus harga cabai tidak terkendali, saya minta para kepala daerah bisa membantu dari dana yang tak terduga untuk subsidi ongkos transportnya. Sehingga, harganya bisa lebih murah lagi, karena akan memengaruhi inflasi,” ujarnya kemarin. (lta/saf/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Kurs
Exit mobile version