Kamis, 29 Februari 2024

GASPER Jatim Akui Anggotanya Terlibat Pengeroyokan Satpol PP Saat Demo, Berharap Berakhir Damai

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Perwakilan buruh dan pimpinan aliansi GASPER Jatim mendatangi Kantor Satpol PP Kota Surabaya, Jumat (1/12/2023). Foto: Satpol PP Kota Surabaya

Aliansi Gerakan Serikat Pekerja Jawa Timur (GASPER Jatim) mengakui seluruh pelaku pengeroyokan personel Satpol PP adalah anggotanya.

Ahmad Fauzi Ketua Umum Aliansi GASPER Jatim menyebut, ada tiga sampai lima orang yang terlibat pengeroyokan saat demonstrasi kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Surabaya, Kamis (30/11/2023) kemarin.

“Mungkin (mereka dari) Sidoarjo, Pasuruan, Mojokerto. Biasa lah, orang lagi tersulut emosi dengan intensitas tinggi panas-panas rentan tersinggung,” jelas Fauzi, Jumat (1/12/2023).

Ia mengaku langsung memberikan peringatan keras pada anggotanya yang terlibat pengeroyokan itu.

“Paling tidak ini peringatan bagi saya yang bertanggungjawab atas aksi kemarin untuk mewaspadai gerakan atau pancingan pihak luar. Ini betul-betul murni dari dalam,” imbuhnya.

Fauzi berkomitmen, tak akan mengulang sikap anarkisme saat unjuk rasa ke depan. Terkait aksi yang sudah terlanjut terjadi kemarin, ia mengaku sudah minta maaf dengan mendatangi Kantor Satpol PP Kota Surabaya sore ini.

“Tadi sore jam tiga ke Kantor Satpol PP. Dalam rangka silaturahmi dan memohon maaf atas kejadian kemarin Satpol PP dipukul anak-anak GASPER dalam rangka melakukan demo,” tambahnya.

Dengan meminta maaf, lanjutnya, GASPER Jatim berharap dapat maaf dari korban dan pihak Satpol PP serta proses hukum tidak berakhir damai.

“(Berharap) damai lah, kita silaturahmi namanya manusia. Terlepas Satpol PP mau memaafkan, teriring doa mudah-mudahan semua bisa memaafkan,” jelasnya lagi.

Dia juga mengaku tahu, kalau Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya sudah menutup jalur damai dan akan melanjutkan proses hukum.

“Iya boleh dong Pak Wali statement itu. Karena Satpol PP bagian dari institusi yang harus dilindungi. Kesalahan kriminalitas tidak menghapus hukum namun sekali lagi dengan silaturahmi dan minta maaf terbuka ke tempatnya adalah buah keinginan kami, siapa tahu membuka hati yang tertutup dan saling memaafkan,” tandasnya.

Sementara M Fikser Kepala Satpol PP Kota Surabaya mengaku tetap melanjutkan proses hukum.

“Jadi kalau memaafkan iya, tapi bukan terus kasus itu selesai. Pak Wali kan sudah perintah begitu. Saya sudah ngomong ke mereka, tidak ada damai itu terus kasus dicabut. Mereka datang, hanya minta ketemu terus minta maaf saja. Gak ada bahasa damai,” tegasnya. (lta/bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Kurs
Exit mobile version