Sabtu, 20 April 2024

Situasi Terkini Gaza, AS Terus Desak Israel Hindari Serang Warga Sipil

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Warga Palestina berkumpul di sekitar puing-puing rumah yang hancur akibat serangan Israel di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dengan kelompok Hamas di Khan Younis di selatan Jalur Gaza, Kamis (19/10/2023). Menurut kantor berita yang berpihak pada Hamas pada Kamis, serangan Israel telah menewaskan kepala pasukan keamanan nasional pimpinan Hamas, Jehad Mheisen dan anggota keluarganya di rumah mereka. Foto : Antara

Israel menghadapi desakan AS yang semakin meningkat untuk menghindari serangan lebih lanjut terhadap warga sipil Palestina dalam serangannya melawan militan Hamas di Gaza.

Kedua pihak yang bertikai pada Minggu ini dinilai tidak menunjukkan tanda-tanda bergerak untuk menghidupkan kembali gencatan senjata mereka yang telah gagal.

Melansir dari Antara, ketika pasukan Israel menggempur daerah kantong tersebut menyusul gagalnya gencatan senjata sementara, Kamala Harris Wakil Presiden AS mengatakan terlalu banyak warga Palestina tak berdosa yang terbunuh di Gaza, dan Lloyd Austin Menteri Pertahanan AS menganggap melindungi warga sipil merupakan “tanggung jawab moral” bagi Israel.

Pernyataan para pejabat senior Amerika pada Sabtu (2/12/2023) memperkuat tekanan dari Washington agar Israel lebih berhati-hati ketika mengalihkan fokus serangan militernya lebih jauh ke selatan di Jalur Gaza yang terkepung.

Dengan pertempuran baru yang memasuki hari ketiga, warga khawatir pemboman udara dan bombardemen artileri hanyalah awal dari operasi darat Israel di jalur selatan yang akan menempatkan mereka di wilayah yang terus menyusut dan mungkin berupaya memaksa mereka menyeberang ke Mesir.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan setidaknya 193 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata selama seminggu berakhir pada Jumat (1/12/2023), sehingga menambah lebih dari 15.000 warga Palestina tewas sejak dimulainya perang.

Israel telah bertekad untuk memusnahkan Hamas setelah serangan mereka pada 7 Oktober di Israel selatan yang menewaskan 1.200 orang dan lebih dari 200 orang disandera.

Berbicara di Dubai, Harris mengatakan Israel mempunyai hak untuk membela diri, tetapi hukum internasional dan kemanusiaan harus dihormati dan “terlalu banyak warga Palestina yang tidak bersalah telah terbunuh.”

“Sejujurnya, skala penderitaan warga sipil, serta gambar dan video yang berasal dari Gaza, sangat menyedihkan,” kata Harris kepada wartawan.

Austin mencetuskan komentarnya yang mungkin paling kuat hingga saat ini mengenai perlunya Israel melindungi warga sipil di Gaza, dan menyebutnya sebagai “tanggung jawab moral dan keharusan strategis.”

“Jika Anda mengarahkan mereka (warga sipil) ke tangan musuh, Anda mengganti kemenangan taktis dengan kekalahan strategis,” kata Austin pada forum pertahanan di Simi Valley, California.

Austin, yang berjanji bahwa AS akan mendukung Israel sebagai “teman terdekatnya di dunia,” juga mengatakan bahwa ia menekan para pejabat Israel untuk secara dramatis memperluas akses Gaza terhadap bantuan kemanusiaan.

Benjamin Netanyahu Perdana Menteri, pada konferensi pers di Tel Aviv pada Sabtu (2/12/2023), mengatakan Israel terus bekerja dalam koordinasi dengan AS dan organisasi internasional untuk menentukan “daerah aman” bagi warga sipil Gaza.

“Ini penting karena kami tidak punya keinginan untuk merugikan warga. Kami memiliki keinginan yang sangat kuat untuk menyakiti Hamas,” katanya.

Amerika Serikat semakin vokal bahwa Israel harus mempersempit zona tempur dalam setiap serangan di Gaza selatan dan memastikan zona aman bagi non-kombatan.(ant/mel/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kurs
Exit mobile version