Kamis, 29 Februari 2024

Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran Klarifikasi Soal Asam Sulfat

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Gibran Raka Buming Raka Cawapres nomor urut 2 saat menghadiri pengukuhan dan deklarasi Barisan Pengusaha Pejuang Sulawesi Selatan di Makassar, Jumat malam (24/11/2023). Foto: Antara Gibran Raka Buming Raka Cawapres nomor urut 2 saat menghadiri pengukuhan dan deklarasi Barisan Pengusaha Pejuang Sulawesi Selatan di Makassar, Jumat malam (24/11/2023). Foto: Dok Antara

Dokter (dr.) Rina Adeline Sumantri Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, memberikan klarifikasi soal kesalahan ucap “asam sulfat” yang dilontarkan oleh Gibran Rakabuming Raka calon wakil presiden nomor urut 2.

“Maksud Gibran adalah ‘asam folat’ yang berhubungan dengan pemenuhan gizi dalam penurunan angka tengkes atau stunting. Meski ada kekeliruan pengucapan, hal yang disampaikan adalah edukasi yang penting. Pemenuhan kebutuhan gizi saat kehamilan adalah hal yang penting untuk menurunkan stunting,” jelas dokter spesialis mikrobiologi klinik itu dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (5/12/2023) dilansir Antara.

Rina menjelaskan, hal itulah kenapa Prabowo-Gibran memiliki program bantuan gizi untuk ibu hamil dan balita, yang salah satu bentuk dari programnya adalah program bantuan gratis asam folat dan vitamin D.

“Salah satu ide yang paling menarik adalah dengan memberikan bantuan asam folat dan vitamin D, tapi itu juga harus disertai dengan pemeriksaan rutin. Dalam rencananya juga akan dilakukan pemeriksaan selama enam kali selama masa kehamilan,” ucapnya.

Menurut dia, pemberian asam folat dan vitamin D dalam program tersebut dapat menurunkan kemungkinan stunting pada anak-anak.

Vitamin D, kata dia, sangat dibutuhkan untuk menunjang penyerapan kalsium, menjaga fungsi otot, membantu pertumbuhan gigi hingga mencegah berat badan lahir rendah pada janin.

“Asam folat adalah suatu jenis vitamin B kompleks yang diperlukan ibu hamil. Beberapa manfaatnya di antaranya pembentukan sistem saraf janin, pembentukan plasenta, mencegah anemia, mencegah keguguran, hingga menurunkan risiko preklamsia,” papar Rina.

Dengan program tersebut, Prabowo-Gibran ingin mencapai penurunan stunting dengan lebih cepat. Targetnya, sambung Rina, menurunkan angka stunting hingga di bawah 10 persen dalam waktu 3–5 tahun.

“Dan menurunkan tingkat kematian balita yang saat ini masih sekitar 21 orang per seribu kelahiran. Dengan kebutuhan gizi terpenuhi melalui pemberian asam folat dan vitamin D pada ibu hamil, stunting akan menurun, harapannya akan terlahir generasi-generasi yang berkualitas untuk masa depan Indonesia,” ucapnya. (ant/bil/faz)

Bagikan
Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Kurs
Exit mobile version