Sabtu, 4 April 2026

e-Wadul Aplikasi Pengaduan Baru Pemkot Surabaya

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Antiek Sugiharti Kepala Diskominfo Kota Surabaya menunjukkan aplikasi e-Wadul melalui smartphone-nya. Foto: Denza Perdana suarasurabaya.net

Aplikasi smartphone pengaduan masyarakat jadi kado Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-723. Warga teratas yang muncul di aplikasi e-Wadul mengeluhkan soal banjir di Surabaya.

Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya mengatakan, wadul adalah bahasa Jawa yang berarti mengadu. “Tapi di sini wadul jadi singkatan, wadah usulan dan keluhan,” ujarnya kepada perwakilan beberapa Kabupaten/Kota di Indonesia, di Balai Kota Surabaya, Selasa (31/5/2016).

Melalui aplikasi ini, warga Surabaya bisa mengadukan hal-hal yang berkaitan dengan lampu Penerangan Jalan Umum yang mati, saluran air yang rusak, atau jalan-jalan di Surabaya yang rusak.

Antiek Sugiharti Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya mengatakan, aplikasi ini memang sengaja disiapkan sebagai kado HJKS ke-723.

“Sebenarnya, kita sudah siapkan bersamaan dengan SSW mobile, tapi karena yang lebih urgent aplikasi pelayanan, ya akhirnya itu dulu yang sudah siap,” ujarnya.

Antiek mengatakan, penyempurnaan aplikasi ini hanya memakan waktu seminggu. “Kita uji coba beberapa kali, sekitar tiga atau empat hari lalu aplikasi ini benar-benar siap. Jadi memang untuk kado,” katanya.

Aplikasi itu, kata Antiek, melengkapi pelayanan aduan Pemkot Surabaya yang lalu. Baik melalui line telepon gratis, SMS center, website surabaya.go.id, dan media sosial facebook dan twitter.

“Sebelumnya di website itu bisa diakses ke pelayanan, suara masyarakat. Sama saja. Tapi aplikasi ini bisa diakses melalui smartphone,” katanya.

Di dalam e-Wadul, terdapat beberapa fitur seperti beranda, notifikasi, dan keluhan saya. Ada juga fitur setting untuk menyetting username dan password.

Pengguna bisa mendownload aplikasi ini di Google Play Store kemudian mendaftarkan diri dengan Nomor Induk Kependudukan.

“Warga selain Surabaya yang berdomisili di Surabaya tetap bisa wadul. Tapi kami prioritaskan untuk warga Surabaya,” katanya. Aduan masyarakat akan terkirim juga ke SKPD terkait. Sebab menurut Antiek, sistem aplikasi ini sudah terintegrasi ke seluruh SKPD di Pemkot Surabaya.

SKPD terkait akan merespons aduan-aduan tersebut. Saat direspons, warga akan mendapatkan notifikasi yang bisa dibuka di fitur notifikasi di dalam aplikasi.

Ketika suarasurabaya.net mencoba aplikasi ini, pengaduan warga teratas yang muncul di beranda e-Wadul adalah masalah banjir yang menggenangi Surabaya, sejak Senin (30/5/2016) malam.

Seorang pengguna bernama Achmad Alfian Hidayat melaporkan banjir di daerah rumahnya. “Banjir di daerah Jemur,” ujarnya mengikuti foto lubang jalan disertai genangan yang dia unggah ke aplikasi.(den/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Sabtu, 4 April 2026
32o
Kurs