AKBP THOHA MARKATAM Kepala Biro Bina Mitra Polda Jatim meminta Forum Kemitraan Polisi-Masyarakat (FKPM) jangan salah langkah.
THOHA mengatakan FKPM itu adalah mitra polisi. Sehingga FKPM dalam penyelesaian sebuah masalah itu memiliki tiga pilar yaitu polisi, Pemda dan masyarakat, tidak bisa bergerak sendiri.
“Polda sampai saat ini terus mensosialisasikan FKPM pada masyarakat dan mengugah semangat masyarakat untuk membentuk FKPM,” kata AKBP THOHA MARKATAM pada suarasurabaya.net, Senin (17/12) di sela seminar Pelaksanaan Polmas: Kendala dan Peluangnya di hotel Garden Palace Surabaya.
ERLYN INDARTI Anggota Komisi Polisi Masyarakat yang tampil juga pembicara dalam seminar tersebut mengatakan, FKPM itu merupakan syarat utama pembentukan Polmas. Tetapi, kata ERLYN janganlah Polsek-polsek berlomba-lomba membuat FKPM tetapi tidak paham apa sebenarnya FKPM dan Polmas. Polisi itu adalah fasilitator FKPM.
Karena itu ERLYN meminta polisi untuk terus memfasilitasi, mengaktivasi dan memberikan motivasi pada FKPM secara aktif.
Menurut ERLYN, saat ini tantangan yang dihadapi FKPM adalah kurangnya pemahaman tentang FKPM dan Polmas di jajaran internal kepolisian. Pernyataan ini diamini oleh SUPRIYADI Ketua FKPM Desa Gentengkulon Kecamatan Genteng Banyuwangi. Sampai saat ini FKPM Desa Gentengkulon hanya melakukan diskusi-diskusi meski sudah setahun berdiri.
Pembicara lainnya BAMBANG BUDIONO Ketua Pusham UNAIR mengatakan, FKPM itu hanyalah sebuah forum dan bukan lembaga. Bila FKPM itu lembaga kemudian meminta sumbangan ke instansi-instansi maka akan mencoreng nama kepolisian.
BAMBANG menjelaskan karena FKPM hanya sebuah forum, maka forum tersebut bisa berubah bergantung isu yang dihadapi dan ketika masuk wilayah hukum maka itu urusannya polisi.(kss/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
