Saat ini, ketika Batik tidak lagi dianggap sekedar sejarah masa lalu, atau perlengkapan pakaian orang tua-tua, anak muda punya kesempatan mengenakannnya pada setiap kesempatan.
“Kalau dulu iya. Batik dianggap pakaiannya orang tua-tua. Batik adalah sejarah budaya. Sekarang kok rasanya tidak. Dimana-mana rasanya sekarang ini Batik seperti bagian dari pergaulan. Termasuk kalangan muda,” terang Novita Yunus owner batik Chic Red Gallery Surabaya.
Yang penting, lanjut Novita, percaya diri. “Ketika mengenakan Batik, dalam bentuk apapun, terutama pakaian, yang paling utama adalah percaya diri. Percaya diri ketika mengenakannya,” kata Novita.
Dan dengan kepercayaan diri yang dimiliki oleh yang mengenakannya, Batik akan memancarkan auranya sendiri. “Aura Batik itu akan muncul dengan sendirinya ketika yang mengenakan percaya diri. Itu penting,” lanjut peraih berbagai penghargaan internasional dibidang fashion ini mantap.
Soal warna, motif Batik, menurut Novita bisa didiskusikan atau dipilih sesuai dengan selera para muda sendiri. “Menurut saya tidak masalah kalau anak-anak muda memilih motif dan warnanya sendiri. Tapi yang paling penting harus percaya diri saat mengenakannya,” tegas Novita.
Rabu (22/1/2014) Batik Chic Red Gallery brand milik Novita Yunus dibuka di Surabaya setelah memiliki sejumlah outlet di Jakarta, Bandung dan Bali, serta beberapa outlet lain di luar negeri.(tok/rst)
Teks foto:
-Nivita bersama seorang model menunjukkan kain Batik pilihannya.
Foto: Totok suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100
