Sedikitnya 67 rumah warga di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian berantakan diterjang angin puting-beliung. Rumah-rumah warga ada yang mengalami kerusakan berat ada juga yang sedang dan ringan akibat bencana ini.
Peristiwa ini terjadi tiba-tiba dan berlangsung cepat, Senin (3/2/2014) malam. Dimana, sebelum angin berkecepatan tinggi ini menderu-deru wilayah Desa ini, sebelumnya sempat diawali hujan.
“Hujan turun sejak siang sampai malam. Anomali cuaca seperti ini yang kemudian disertai munculnya angina puting-beliung secara tiba-tiba dan cepat,” kata DR H Sjahrazad Masdar, MA Bupati Lumajang kepada Sentral FM saat melakukan peninjauan ke lokasi bencana bersama Drs H As’at Malik, Mag Wabup dan sejumlah pimpinan Satuan Kerja, Selasa (4/2/2014).
Bencana puting-beliung ini, lanjut dia, bukan yang pertama terjadi dan kerap menerjang sejumlah wilayah Kecamatan di Kabupaten Lumajang. Bahkan, tidak ada yang bisa memprediksi kapan bencana ini dimungkinkan terjadi karena penyebabnya adalah angin.
“Hanya saja kebiasaannya, bencana angin puting-beliung ini diawali dengan hujan terlebih dulu. Namun, tidak ada yang bisa memprediksi kapan datangnya. Yang bisa dilakukan adalah, masyarakat waspada,” ujar dia.
Sementara itu, bencana angin puting-beliung ini, menerpa keras atap rumah-rumah milik warga. Dalam waktu singkat saja, puluhan rumah berantakan dengan atap yang terbuat dari genting dan asbes pun berterbangan. Kejadian cepat ini membuat warga jadi panik. Ada yang menyelamatkan diri dengan keluar dari rumah.
“Beruntung, tidak sampai ada korban yang cedera atau korban jiwa dalam peristiwa ini,” tambah Rochani, Ssos Kepala BPBD Kabupaten Lumajang yang mendampingi Bupati dan Wabup Lumajang melakukan peninjauan di lokasi bencana.
BPBD Kabupaten Lumajang yang mendangar informasi bencana dari para relawan, langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi. Selain melakukan pendataan kerusakan, juga melakukan inventarisasi jumlah kerugian yang dialami masyarakat.
“Hasilnya berubah terus. Tadi malam dilaporkan 35 rumah rusak berat maupun ringan. Pagi tadi dilaporkan 55 rumah rusak. Siang ini sudah dilaporkan 67 rumah rusak,” ujarnya.
Kerusakan lainnya yang terjadi adalah 100 pohon sengon di lahan milik warga bertumbangan. Selain itu, tiga petak lahan kebun pisang juga rusak. “Personil BPBD dan TRC saat ini masih berada di lokasi untuk menginventarisasi kerusakan dan kerugian lebih lanjut. Untuk kerugiannya, diperkirakan mencapai ratusan juta,” pungkas. (her/dwi)
NOW ON AIR SSFM 100
