Selasa, 13 Januari 2026
Tanggap Dini Bahaya Gunung Semeru

BPBD dan Tim SAR Lumajang Petakan Ulang Titik Pengungsian

Laporan oleh Sentral FM Lumajang
Bagikan

Dampak erupsi Gunung Kelud yang menyebabkan hujan abu vulkanik di beberapa provinsi terutama yang ada di Pulau Jawa, membuat semua pihak melakukan antisipasi jika terjadi erupsi susulan Gunung kelud.

Peristiwa tersebut juga menjadi perhatian BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Lumajang bersama Tim SAR, dimana di wilayah Kota ini juga terdapat Gunung Semeru sebagai gunung api aktif tertinggi di Pulau Jawa yang statusnya saat ini Waspada Level II.

Meski Gunung Semeru tidak menunjukkan adanya peningkatan aktivitas, namun BPBD dan Tim SAR terus melakukan kegiatan antisipasi dan tanggap dini. Satu diantaranya dengan melakukan pemetaan ulang titik pengungsian dari yang sebelumnya telah ditetapkan.

Seperti informasi yang disampaikan reporter Sentral FM, Peltu TNI Sugiyono Pelatih Tim SAR Kabupaten Lumajang mengatakan, dari fakta erupsi yang terjadi di Gunung Kelud, pihaknya bersama BPBD melakukan antisipasi sekiranya terjadi gerakan-gerakan Gunung Semeru yang mengkhawatirkan.

“Pengalaman erupsi Gunung Kelud, bom vulkanik yang melemparkan material berupa kerikil mencapai radius 30 Kilometer. Sedangkan, untuk pasir dan abu meluas hingga radius ratusan kilometer hingga mencapai 4 wilayah Provinsi,” kata Sugiyono, Senin (17/2/2014).

Alternatif yang direncanakan, kata dia, adalah memindahkan titik pengungsian dari yang sebelumnya ditetapkan di wilayah Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Desa Supit Urang dan Curah Kobokan, di wilayah Kecamatan Pronojiwo, untuk digeser ke wilayah Kota Lumajang atau Kecamatan Tempeh dan Candipuro.

“Atau yang paling aman bagi masyarakat di wilayah selatan adalah di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Titik ini radiusnya sekitar 24 kilometer dari puncak Gunung Semeru. Wilayah itu dinilai sangat aman karena dilingkari gunung. Cenderung abu vulkanik kemungkinan terlempar ke arah barat dan tenggara di wilayah Kecamatan Pronojiwo hingga di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang,” kata dia.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Lumajang akan menetapkan ploting titik pengungsian yang jumlahnya mencapai ratusan untuk kesiapan pengungsian warga yang bermukim di daerah zona berbahaya.

Rochani Kepala BPBD Kabupaten Lumajang menyampaikan, kesiapan penentuan titik evakuasi dan pembuatan jalur evakuasi telah dilakukan sejak setahun lalu. Saat ini sudah beberapa titik evakuasi yang telah ditetapkan dan jalur evakuasi juga telah dipersiapkan.

“Titik evakuasinya ditetapkan dengan pertimbangan sebagai lokasi yang paling aman bagi keselamatan jiwa masyarakat. Sebenarnya tidak hanya titik evakuasi untuk menghadapi ancaman bencana erupsi Gunung Semeru saja yang kita tetapkan dan bangun. Namun, juga untuk ancaman gelombang tsunami seperti di Dusun Dampar, Desa Bades, Kecamatan Pasirian dan di wilayah Tempursari,” kata Rochani.

Namun, pembangunannya diperlukan koordinasi dengan instansi lain. Yakni Perhutani yang menjadi memiliki kewenangan sebagai pemangku wilayah. Titik evakuasi pengungsian yang ditetapkan, sebagian diantaranya berada di wilayah hutan dibawah kewenangan instansi tersebut.

“Koordinasi sudah kita lakukan dan tidak ada masalah dengan Perhutani. Hanya saja, untuk memenuhi target seluruh Desa yang rawan bencana erupsi Gunung Semeru itu membutuhkan waktu. Kita menargetkan ratusan titik evakuasi pengungsian dan jalur evakuasinya terpenuhi hingga Tahun 2015 mendatang,” pungkasnya. (her/wak)

Teks Foto :
– Potret Gunung Semeru.
Foto : Sentral FM.

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Selasa, 13 Januari 2026
28o
Kurs