Jumat, 10 April 2026

Jatah Makan Pengungsi Syiah Diubah Uang Tunai

Laporan oleh Fatkhurohman Taufik
Bagikan

Pemerintah Jawa Timur mengaku akan terus menanggung seluruh kebutuhan hidup bagi pengungsi Syiah yang saat ini berada di rumah susun (rusun) Jemundo, Sidoarjo.

“Warga saat ini mintanya uang, sehingga jatah makan kita rupakan uang,” kata Soekarwo, Gubernur Jawa Timur, Selasa (15/4/2014).

Selama ini, sebanyak 200-an warga syiah mendapatkan jatah makan sehari tiga kali dari pemerintah Jawa Timur. Selain jatah makan, mereka juga mendapatkan jatah tempat tinggal, listrik dan air secara gratis di rusun Jemundo.

Tapi untuk jatah makan ini sejak 12 April 2014 dihentikan dan dirupakan uang. “Perbulan kami berikan uang tunai Rp720 ribu perorang,” kata Soekarwo.

Untuk uang tunai ini, kata dia, perbulan disiapkan dana sebesar Rp166 juta yang secara langsung diberikan ke pengungsi yang berada di rusun Jemundo.

Menurut Soekarwo, penghentian pemberian uang ini memang sempat menuai polemik karena sejak jatah makan dihentikan, uang memang tidak langsung bisa dicairkan. “Mintanya Jumat, baru bisa cair setelah itu jadi memang sempat terkendala,” kata dia.

Terkait pemulangan, Soekarwo optimis akan segera dilakukan karena komunikasi dengan berbagai pihak terus dilakukan. Para ulama di Sampang juga terus didekati untuk sesegera mungkin bisa menerima kehadiran komunitas Syiah di Sampang. (fik/ipg)

Berita Terkait

TERKINI POPULER TERPILIH
Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Jumat, 10 April 2026
26o
Kurs