Sehari pelaksanaan operasi Simpatik Semeru Tahun 2014 yang digelar menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) ini, belasan pengendara ditilang dan puluhan lainnya mendapat teguran simpatik.
“Contohnya pengendara motor yang menggunakan ban kecil, motor protolan dan lainnya. Yang kita tilang 18 pengendara. Sedangkan, ada teguran simpatik sebanyak 78 pengendara karena tidak menyalakan lampu, spion tidak standar dan lainnya,” kata Aiptu Maryanto Kanit Operasi Satlantas Polres Lumajang kepada Sentral FM, Rabu (21/5/2014).
Untuk pelaksanaan Operasi Simpatik ini, lanjut dia, dilakukan sewaktu-waktu tanpa terskedule dan lokasi yang juga ditentukan kemudian. “Yang jelas, seluruh jajaran Satlantas di back-up personil fungsi lainnya akan siap menunggu kring Operasi Simpatik di waktu dan tempat yang diinformasikan kemudian sesuai Sprint dari Polres,” terangnya.
Selain penindakan roda dua, kata dia, pihaknya juga menindak kendaraan roda empat. Seorang awak truk pasir ditilang karena tidak mengantongi SIM ketika terjaring operasi. Sedangkan untuk kendaraan bermuatan boks, juga dilakukan pemeriksaan untuk mewaspadai muatan yang membahayakan.
Sementara itu, AKBP Singgamata Kapolres Lumajang dalam kesempatan terpisah mengatakan bahwa angka pelanggaran yang dilakukan pengguna kendaraan bermotor di jalan raya belakangan terus meningkat.
“Hal ini menunjukkan kesidiplinan pengguna jalan juga mulai kendor. Padahal, kesidiplinan dan tertib berlalu-lintas itu menjadi kunci keselamatan jiwa, baik untuk diri sendiri maupun orang lainnya,” katanya.
Dari data selama pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) lalu saja, 14 ribu pelanggar telah disanksi tilang secara nasional. “Jumlah ini sangat besar dan kami berkomitmen untuk menurunkannya dengan mengetuk kesadaran dari masing-masing pengguna jalan sendiri,” sambungnya.
Dengan meningkatkan pelanggaran di jalan ini, lanjut dia, Operasi Simpatik Tahun 2014 yang digelar menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) ini menjadi salah-satu kegiatan untuk kembali mensosialisasikan pentingnya disiplin dan tertib berlalu-lintas.
“Banyaknya pelanggaran saat pelaksanaan Pileg lalu, kita berharap menjelang Pilpres pengguna kendaraan bermotor di jalan bisa semakin tertib. Tidak ugal-ugalan yang membahayakan jiwa orang banyak, mengunakan kendaraan standard an dilengkapi dokumen yang sah. Yang terpenting, menggunakan helm standar demi keselamatan jiwa mereka sendiri,” urainya.
Termasuk juga, lanjut AKBP Singgamata, jajarannya mengharapkan ketika memasuki masa kampanye Pilpres mendatang tidak lagi ditemukan lagi pelanggaran-pelanggaran lalu-lintas.
Dalam pelaksanaan Operasi Simpatik ini, diungkapkan lebih jauh oleh Perwira Menengah (Pamen) Kepolisian asal Sumatera Barat ini, jajaran Satuan Lalu-lintas akan mengedepankan upaya preemtif dan preventif berupa pencegahan.
Kalaupun ada penindakan, hal itu merupakan upaya terakhir ketika ditemukan pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa orang lain. “Tapi penindakan harus tetap dilakukan dengan cara-cara yang simpatik,” urainya.
Operasi ini, tegas Kapolres Lumajang, akan dilaksanakan dengan mengedepankan upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri danm mendekatkan Polri kepada masyarakat.
“Saya mengimbau kepada masyarakat agar menyayangi jiwa sendiri, mematuhi peraturan lalu-lintas. Ingat keluarga menunggu di rumah. Semua kita lakukan untuk masyarakat sendiri, bukan untuk Polri dan lainnya,” demikian pungkas AKBP Singgamata. (her/dwi)
Teks Foto :
– Operasi Simpatik Semeru Tahun 2014 yang digelar jajaran Polres Lumajang.
Foto : Sentral FM.
NOW ON AIR SSFM 100
