Sabtu, 3 Januari 2026

Pasang Rambu Evakuasi dan Bahaya Antisipasi Erupsi Semeru

Laporan oleh Sentral FM Lumajang
Bagikan

BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Lumajang melakukan berbagai upaya kesiap-siagaan guna mengantisipasi bahaya erupsi Gunung Semeru.

Salah-satunya adalah penetapan titik dan jalur evakuasi pengungsian di Desa-Desa yang termasuk kategori rawan bencana erupsi dari gunung tertinggi di Pulau Jawa ini. Dimana, titik evakuasi yang direncanakan dibangun mencapai ratusan untuk kesiapan pengungsian warga yang bermukim di daerah zona berbahaya.

Rochani, Ssos Kepala BPBD Kabupaten Lumajang kepada Sentral FM, Senin (26/5/2014), menyampaikan bahwa kesiapan penentuan titik evakuasi dan pembuatan jalur evakuasi telah dilakukan sejak setahun lalu. Saat ini sudah beberapa titik evakuasi yang telah ditetapkan dan jalur evakuasi juga telah dipersiapkan.

“Titik evakuasinya ditetapkan dengan pertimbangan sebagai lokasi yang paling aman bagi keselamatan jiwa masyarakat. Sebenarnya tidak hanya titik evakuasi untuk menghadapi ancaman bencana erupsi Gunung Semeru saja yang kita tetapkan dan bangun. Namun, juga untuk ancaman gelombang tsunami seperti di Dusun Dampar, Desa Bades, Kecamatan Pasirian dan di wilayah Tempursari,” kata Rochani.

Namun, khusus untuk titik evakuasi lengkap dengan rambu petunjuk jalurnya dan rambu bahaya guna menghadapi potensi erupsi Gunung Semeru, jumlahnya diperkirakan sebanyak 500 titik. Lokasinya, telah ditetapkan sesuai peta rekotijensi bencana yang telah disusun sejak tahun 2012 lalu.

Yakni, di 6 Kecamatan yang berada di sepanjang wilayah lereng Gunung Semeru. “Mulai dari Kecamatan Pasrujambe, Senduro, Tempeh, Pasirian, Candipuro, Pronojiwo dan Tempursari yang dimungkinkan bisa terdampak. Di sana, telah kita tetapkan dan susun rencana pembangunan jalur evakuasi pengungsian ini. Terakhir, kita memasang 6 rambu arahan evakuasi dan rambu peringatan bahaya,” urainya.

Namun, pembangunannya diperlukan koordinasi dengan instansi lain. Yakni Perhutani yang menjadi memiliki kewenangan sebagai pemangku wilayah. Pasalnya, titik evakuasi pengungsian yang ditetapkan, sebagian diantaranya berada di wilayah hutan dibawah kewenangan instansi tersebut.

“Koordinasi sudah kita lakukan dan tidak ada masalah dengan Perhutani. Hanya saja, untuk memenuhi target seluruh Desa yang rawan bencana erupsi Gunung Semeru itu membutuhkan waktu. Kita menargetkan 500 titik evakuasi pengungsian dan jalur evakuasinya terpenuhi hingga Tahun 2015 mendatang,” pungkas dia. (her/dwi)

Teks Foto :
– Potret Gunung Semeru.
Foto : Sentral FM.

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Sabtu, 3 Januari 2026
27o
Kurs